Polisi Tangkap Penculik Bocah Perempuan

Polisi Tangkap Penculik Bocah Perempuan
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, saat pemaparan kasus penculikan di Mapolda Metro Jaya, Senin (15/4/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / FER Senin, 15 April 2019 | 17:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pelarian AG (60) yang menculik anak perempuan berisial ASA (3), di Masjid Al-Amin, Jalan Bintara Jaya III Bekasi Barat, Kota Bekasi, berakhir sudah. Polisi menangkap perempuan tua itu di Masjid At-Taufiq, Jalan Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, sekira pukul 16.00 WIB, Minggu (14/4/2019) kemarin.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan, kasus penculikan itu bermula ketika korban sedang bermain, di sekitar Masjid Al-Amin, Jalan Bintara Jaya III Bekasi Barat, sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (9/4/2019) lalu.

"Tersangka melakukan aksinya dengan cara mengajak bermain dan membelikan korban jajanan, setelah itu menggendong serta membawa kabur korban," ujar Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Senin (15/4/2019).

Baca Juga: Penculik Bocah Ditangkap Berkat Kejelian Warga

Dikatakan Argo, setelah mendapatkan laporan polisi, anggota melakukan penyelidikan dan mendapatkan barang bukti kamera pengawas alias CCTV, di lokasi.

"CCTV di masjid kita putar kembali terlihat ada seorang perempuan menggendong korban, kemudian dibawa jalan. Itu kelihatan sekali. Kemudian, tim Polda Metro Jaya dan Polres Bekasi membuat sketsa wajah pelaku. Selanjutnya, kita sebar kemana-mana seperti terminal, stasiun, media sosial, dan kita buka call center agar masyarakat dalam memberikan informasi apabila ada yang melihat wajah pelaku," ungkap Argo.

Setelah berjalannya waktu, Argo menyampaikan, polisi mendapatkan informasi keberadaan pelaku, di daerah Stasiun Senen, Minggu (14/4/2019). Tim kemudian datang ke sana dan melakukan pengecekan.

"Akhirnya kami menemukan tersangka dengan korban di masjid depan stasiun. Kemudian, pelaku dan korban kita bawa ke Polda. Selanjutnya, kita menghubungi keluarga korban," kata Argo.

Baca Juga: Polresta Bogor Kota Tangkap Pelaku Penculikan Anak

Argo menjelaskan, selama lima hari pelarian, pelaku membawa korban ke sejumlah tempat mulai dari Bogor, Tangerang, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Pusat.

"Pertama tersangka dan korban naik angkot ke Stasiun Klender, lalu ke Stasiun Bogor, kemudian ke Kebayoran Lama, seterusnya ke Cipadu. Besoknya, dari Cipadu ke Pasar Kebayoran Lama, ke Masjid Darussalam Kebayoran Lama, dan datang ke Ciledug, berhenti di masjid Ciledug menginap di sana tanggal 11," ucap Argo.

Argo melanjutkan, tanggal 12 April pelaku kembali membawa korban ke kebayoran Lama dan menginap di depan toko buah. Tanggal 13 April, pelaku kembali ke Ciledug.

"Tanggal 14 kembali ke Stasiun Kebayoran Lama, kemudian ke Stasiun Senen, dan kemudian di depan masjid stasiun pelaku kita tangkap," katanya.

Argo mengungkapkan, berdasarkan keterangan pelaku, motifnya melakukan penculikan adalah ekonomi dengan mengajak korban mengemis.

"Dari keterangan pelaku, sehari-hari sering tidur di masjid, sering nyapu-nyapu, sering dikasih uang jamaah yang ada di situ. Dengan adanya anak kecil ini dibawa, maka masyarakat semakin iba, merasa kasihan, sehingga banyak orang memberi uang di situ," tandas Argo.

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak (KPAI), Susanto, menyampaikan apresiasi atas kinerja penyidik sehingga mampu mengungkap kasus penculikan ini.

"KPAI menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya atas upaya yang telah dilakukan sehingga anak ini bisa kembali ke keluarganya. Kasus ini tentu harus menjadi pembelajaran kita semua. Masyarakat, orang tua tentu harus memantua, menjaga agar anak-anak kita terpastikan tidak menjadi korban penculikan. Karena kalau anak kita tidak terjaga dengan baik, keterpaparan anak menjadi korban penculikan tentu bisa saja terjadi," kata Susanto.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 328 KUHP Subsider Pasal 330 KUHP dan atau Pasal 76 F Jo Pasal 83 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 76 I Jo Pasal 88 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukumanan di atas 5 tahun penjara.



Sumber: BeritaSatu.com