Pantau TPS, Anies Gubernur Kedua yang Menjejakkan Kaki di Pulau Sebira

Pantau TPS, Anies Gubernur Kedua yang Menjejakkan Kaki di Pulau Sebira
Gubernur DKI, Anies Baswedan meninjau TPS di Pulau Sebira, Kepulauan Seribu, Selasa, 16 April 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / CAH Selasa, 16 April 2019 | 17:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau dua lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Pulau Sebira, Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu. Ini dilakukan untuk memastikan persiapan pelaksanaan pesta demokrasi pada Rabu, 17 April 2019 berjalan dengan baik dan aman, hingga di ujung wilayah DKI Jakarta.

Anies didampingi isterinya sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK DKI, Fery Farhati. Juga didampingi Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad; Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI, Betty Epsilon Idrus; Asisten Sekretaris Daerah (Sekda) Bidang Perekonomian, Sri Haryati dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI, Sigit Widjatmoko.

Kedatangan Anies itu guna memastikan kesiapan dua tempat pemungutan suara (TPS) yang berada di Pulau Sebira, yakni 06 dan 07.

Saat tiba di Dermaga Pulau Sebira, Anies dan rombongan disambut oleh warga, mulai dari anak-anak PAUD, siswa SMP serta kaum bapak dan ibu. Ia pun mengalami satu per satu warga yang sudah menantinya sejak pagi hari.

TPS pertama yang dikunjunginya adalag TPS 06 yang berada di depan dermaga. Sehari-hari TPS ini digunakan sebagai tempat pendidikan anak usia dini (PAUD). Anies sempat menyapa anak-anak PAUD yang sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Selanjutnya, Anies mengunjungi beberapa lokasi. Diantaranya yakni SD-SMP Satu Atap Pulau Harapan, meninjau pengolahan air laut menjadi air minum atau Sea Water Reverse Osmosi (SWRO) serta generator di permukiman warga.

Kemudian mengunjungi TPS 07 yang berada di depan Mercusuar yang dibangun pada zaman kolonial Belanda tahun 1869 yang dinamakan sebagai Noord Wachter (Penjaga Utara). Menurut warga Pulau Sebira, Anies merupakan Gubernur DKI kedua yang telah menjajakan kakinya di pulau terluar wilayah DKI Jakarta.

Kalau bicara soal pimpinan daerah DKI, Anies merupakan pimpinan daerah ketiga yang datang ke Pulau Sebira. Sebab, Sandiaga Uno saat menjadi Wakil Gubernur DKI, telah mengunjungi Pulau Sebira pada 30 Juli 2018.

Namun, Gubernur DKI pertama yang kerap kali menyambangi Pulau Sebira adalah Gubernur DKI ke-10, Wiyogo Atmodarminto.

Diana (25), penduduk asli Pulau Sebira mengatakan sewaktu masih kecil, ia sering diseret orangtuanya saat mendengar suara helikopter yang mengelilingi pulau sebanyak tiga kali. Karena itu tanda, Wiyogo datang mengunjungi warga.

“Dulu Pak Wiyogo datang pakai helikopter. Belum pakai kapal. Jadi kalau sudah dengan ada helikopter keliling dua kali, maka kami akan buru-buru ke lapangan depan masjid yang ada mercusuarnya untuk menyambut pak Wiyogo,” kenang Diana.

Hal sama juga dialami Yanti (30). Meski sedang tidur, kalau mendengar suara helikopter, ia akan dibangunkan orangtuanya untuk ke lapangan. “Ini kenangan yang enggak bakal terlupakan,” ujarnya sambil tertawa.

Berdasarkan keterangan warga yang dihimpun Beritasatu.com, kepala daerah yang telah datang ke Pulau Sebira adalah Wiyogo Atmodarminto. Pada saat itu, Kepulauan Seribu belum menjadi sebuah kabupaten, melainkan kecamatan.

“Setelah Pak Wiyogo, belum ada lagi yang datang ke sini, baik gubernur maupun gubernurnya. Baru Pak Sandiaga, Wakil Gubernur pertama yang datang ke Pulau Sebira setelah Wiyogo. Dan Pak Anies, Gubernur yang kedua. Ini sejarah bagi kami,” kata Nurdin, salah satu warga Sebira.

Warga menilai memang sudah seharusnya para kepala daerah di DKI Jakarta rutin mengunjungi pulau paling ujung di Provinsi DKI Jakarta. Karena letak Pulau Sebira merupakan pintu masuk pertama ke Kota Jakarta melalui lautan. Dan warga Sebira masih warga DKI Jakarta.

Untuk jumlah penduduk ada 500 jiwa dengan 170 keluarga. Dalam satu pulau ini hanya ada 1 RW dengan tiga RT. Pulau Sebira merupakan bagian dari Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

Di lokasi yang sama, Ketua KPU DKI Jakarta Betty Epsilon menyebut kotak suara dilapisi plastik dalam pengiriman ke Kepulauan Seribu termasuk ke Pulau Sebira. Pengiriman logistiknya pun masih dalam tahap proses perjalanan hingga malam hari. Betty menyebut di Kepulauan Seribu terdapat 70 TPS dan 11 TPS untuk daftar pemilih tambahan (DPTB).

"Semuanya masih on proses dan semuanya masih dalam perjalanan yang baik. Mudah-mudahan besok pemilih dapat dilayani sesuai dengan ketentuan dan logistiknya sudah sampai," kata Betty.

Sementara itu, Ketua KPU Kepulauan Seribu, Murhofik mengatakan untuk pengiriman logistik di Pulau Sebira dilakukan lebih aman. Mengingat lokasi ini merupakan pulau terluar dari DKI Jakarta.

"Kita butuh waktu yang tepat cuaca juga harus diprediksi bagus. Sehingga logistik yang kita kirim itu aman dari perjalanan badai segala macam," jelas Murhofik.



Sumber: BeritaSatu.com