Pertama Kali Mencoblos, Mikail Minta Arahan Anies Baswedan

Pertama Kali Mencoblos, Mikail Minta Arahan Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (tengah), istri Fery Farhati dan putra sulung Mikail Azizi Baswedan saat mencoblos pada Pemilu 2019 di Jakarta, Rabu, 17 April 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny )
Lenny Tristia Tambun / JAS Rabu, 17 April 2019 | 13:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Putra kedua Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yaitu Mikail Azizi Baswedan baru pertama kali menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019. Karena ini pengalaman pertamanya, Mikail pun meminta arahan kepada ayahnya.

Hal itu dibenarkan oleh Anies Baswedan. Sebelum Mikail menggunakan hak pilih bersama dengan ayahnya di TPS 60 Cilandak Barat, Jakarta Selatan, hari ini, terlebih dahulu berdiskusi mengenai pilihannya bersama ayah dan ibunya, Fery Farhati.

“Diskusi kita tadi pagi. Jadi tadi pagi kita diskusi, buat DPRD siapa, DPD siapa, dan DPR siapa. Kita obrolin plus minusnya. Cerita teman-teman pandangannya seperti apa. Jadi tadi pagi kita diskusi Pilpres dan Pileg di rumah sambil sarapan pagi,” kata Anies seusai mencoblos di TPS 60, Rabu (17/4/2019).

Anies mengungkapkan, Pemilu 2019 merupakan pengalaman baru dan pertama bagi Mikail. Karena saat Pilkada 2017, Mikail belum bisa menggunakan hak pilihnya, karena ulang tahunnya ke 17 baru seminggu setelah Pilkada.

“Jadi dia enggak bisa ikut nyoblos. Sekarang pengalaman baru. Semangat dia. Khusus pulang dari Yogyakarta. Dia kan kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM), datang ke sini khusus untuk nyoblos,” terang Anies.

Mikail sendiri membenarkan cerita ayahnya. Dirinya memang belum bisa menggunakan hak pilihnya karena baru berusia 17 tahun satu minggu sesudah hari pemungutan suara. “Selain itu, saat itu, aku juga lagi di luar negeri, jadi enggak bisa milih,” tutur Mikail.

Karena ini pengalaman pertamanya, ia mengaku deg-degan karena merasa bertanggung jawab untuk memilih pasangan capres-cawapres dan calon legislatif yang tepat. Ia menilai, proses pemilihan ini sangat penting dan berharga. Karena satu minggu sebelum hari pemungutan suara, ia belum mengetahui siapa yang akan dipilihnya.

Tetapi setelah berdiskusi dengan ayah dan ibunya, ia telah mantap dengan pilihannya. Ia mengaku puas dengan pilihannya di empat kertas surat suara. Karena pilihannya adalah murni tanpa paksaan dari siapa pun.

“Bapak membebaskan kok saya pilih siapa. Tetapi diskusi ya tetap ada. Kenapa ini, kenapa itu. Pada akhirnya Bapak tetap biarkan kita untuk memilih siapa pun. Karena hak pilih itu kan masing-masing,” terangnya.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, Mikail ke bilik suara bersama dengan kedua orangtuanya. Terlihat ia membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan Anies dan Fery. Ketika kedua orangtuanya telah selesai mencoblos, tampak Mikail masih memandangi kertas suara yang ada di hadapannya.

Kondisi ini membuat Anies dan Fery tidak beranjak dari bilik suara, karena menunggu Mikail menyelesaikan hak pilihnya. Setelah selesai, baru ketiganya meninggal bilik suara untuk memasukkan kertas suara ke dalam kotak suara.



Sumber: BeritaSatu.com