PSI Akan Buat Aplikasi Pantau Kinerja Wakil Rakyat

PSI Akan Buat Aplikasi Pantau Kinerja Wakil Rakyat
Ketua DPW DKI Jakarta Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Michael Victor Sianipar (tengah) bersama dengan Calon Anggota Legislatif untuk DPR RI dari PSI Rian Ernest Tanudjaja (kiri), Ketua DPP PSI Tsamara Amany Alatas (kanan) hadir dalam acara Patungan Rakyat 2019 yang digelar oleh PSI di Arya Duta Tugu Tani, Jakarta, Sabtu 16 Maret 2019. Patungan Rakyat 2019 sebagai sistem donasi baru untuk partai politik untuk menghindari korupsi dalam pendanaan partai politik dan menekankan pentingnya transparansi pendanaan partai politik. ( Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah )
Bhakti Hariani / FMB Senin, 22 April 2019 | 11:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Keberhasilan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menembus kursi DPRD DKI Jakarta dinilai sebagai fenomena coba-coba di mana masyarakat sudah jenuh dengan partai lama yang kerap bermasalah dengan korupsi. Sehingga ketika ada partai baru yang menjanjikan perubahan dan transparansi maka masyarakat menjadi tertarik dan ingin memberi kesempatan kepada PSI.

Ketua DPD PSI DKI Jakarta Michael Victor Sianipar mengatakan, PSI banyak belajar dari mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang senantiasa mengedepankan prinsip bersih, transparan dan profesional.

Hal ini jugalah yang akan diaplikasikan PSI kepada masyarakat DKI Jakarta yang menginginkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel. "Kami melihat warga Jakarta terbuka pada parpol baru," kata Michael kepada SP, Senin (22/4/2019).

Berdasarkan penghitungan cepat, dikatakan Michael, PSI mendapatkan 8 persen lebih suara. Dengan demikian, PSI bisa memperoleh delapan-10 kursi di DPRD DKI Jakarta.

PSI, lanjut Michael berhasil menembus empat besar untuk kursi legislatif DPRD DKI Jakarta. PSI menempati posisi keempat dan berada di bawah PDI Perjuangan, PKS, Gerindra. Sedangkan parpol lain yang perolehan suaranya berhasil dikalahkan PSI adalah Partai Demokrat, Golkar, PAN, Perindo.

Michael menjanjikan akan membuat aplikasi yang bisa diunduh via ponsel bagi warga Jakarta yang telah memilih PSI. Dalam aplikasi tersebut nantinya, warga dapat memantau kinerja wakil rakyat yang dia pilih dan mengetahui apakah wakil rakyat tersebut hadir dalam sidang atau tidak. Apakah wakil rakyat tersebut produktif dalam menghasilkan peraturan daerah atau tidak dan sebagainya.

"Nanti semua bisa dipantau. Ini prinsip transparansi, akuntabilitas dan profesional yang kami junjung dan kami pertanggungjawabkan kepada rakyat yang telah memilih kami," papar Michael.

PSI juga menjanjikan masyarakat bisa ikut terlibat dalam pembahasan anggaran APBD DKI Jakarta untuk tahun 2020. "Akhir November itu APBD sudah diketok. Kami harap warga dapat berperan serta terlibat di dalamnya agar pembahasan anggaran tersebut," pungkas Michael.



Sumber: Suara Pembaruan