Perencanaan Pergub PBB Dinilai Kurang Matang

Perencanaan Pergub PBB Dinilai Kurang Matang
Ilustrasi Pajak Bumi dan Bangunan. ( Foto: ist )
Lenny Tristia Tambun / FER Kamis, 25 April 2019 | 20:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dikeluarkannya tiga peraturan gubernur (Pergub) DKI tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P-2) dalam waktu berdekatan di bulan April ini, dinilai Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, merupakan bukti perencanaan tidak matang Anies dalam mengambil sebuah kebijakan.

Baca Juga: Kenaikan PBB Lahan Kosong Belum Mendukung RTH

"Ini menunjukkan Pak Gubernur itu mengeluarkan kebijakan inkonsistensi kebijakan. Ada ketidakmatangan dalam merencanakan kebijakan itu sendiri, berubah-ubah. Artinya dari sisi etika itu tidak etis. Ini kan menyangkut kepentingan publik," kata Trubus ketika dihubungi wartawan Beritasatu.com, Kamis (25/4/2019).

Seharusnya, sebelum mengeluarkan kebijakan, Anies harus melibatkan partisipasi publik. Untuk dimintai pendapatnya seperti apa. Kemudian, semua masukan itu dituangkan dalam perencanaan yang matang dan didetailkan dengan membuat perangkat yang dibutuhkan.

Baca Juga: Dalam Satu Bulan, Anies Keluarkan Tiga Pergub PBB

"Harus ada SKPD yang menangani itu, ada sumber daya manusianya dan juga ada pengawasannya. Itu juga harus disiapkan. Ini enggak. Langsung dikeluarkan. Publik dibikin bingung. Informasi simpang siur. Awalnya difokuskan kepada kepentingan untuk menaikkan pemasukan, lalu menyasar yang alih fungsi, lalu menyasar ke dosen. Ini kebijakannya jadi kemana-mana. Ini over kebijakan," terang Trubus.

Karena itu, Trubus mengusulkan agar ketiga pergub itu dibatalkan saja dulu, kemudian dievaluasi kembali. Supaya tidak menimbulkan kekacauan penahanan di dalam diri masyarakat.

Baca Juga: Lahan Kosong Dibangun RTH Dapat Diskon PBB 50%

Kalau nanti ketiga pergub itu tetap dipertahankan, nanti akan ada pihak yang keberatan lalu melakukan gugatan ke Mahkamah Agung (MA). "Daripada Pak Gubernur dipermalukan, ya di-pending saja dulu," ujar Trubus.



Sumber: BeritaSatu.com