Stasiun MRT Dukuh Atas dan Blok M Dilengkapi Pancuran Air Minum

Stasiun MRT Dukuh Atas dan Blok M Dilengkapi Pancuran Air Minum
Peresmian titik air siap minum Palyja dan peresmian kawasan TOD di Stasiun MRT Dukuh Atas oleh Pemprov DKI Jakarta, Selasa (30/4/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Fajarta )
Carlos Roy Fajarta / FMB Selasa, 30 April 2019 | 10:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemprov DKI Jakarta melalui operator air Palyja di bawah PAM Jaya meresmikan air siap minum di dua titik stasiun Mass Rapid Transit (MRT), yakni di Stasiun MRT Dukuh Atas dan Stasiun MRT Blok M pada Selasa (30/4/2019).

Presiden Direktur Palyja, Robert Rerimassie menyebutkan pihaknya sudah menjalankan arahan dari Gubernur DKI Jakarta sejak awal 2018 untuk menyiapkan air siap minum di daerah yang banyak dilewati masyarakat.

"Sejak diarahkan kami sudah menyiapkan tujuh titik air siap minum seperti di Museum Nasional, Islamic School Lebak Bulus, SDN 03&04 Penjaringan, dan dua lainnya di stasiun MRT. Ke depannya, kita juga akan membangun di Masjid Istiqlal, Monas, Museum Fatahillah, dan SDN 05 Petamburan," ujar Robert, Selasa (30/4/2019) pagi di area depan pintu masuk Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

Robert menyebutkan keberadaan air siap minum tersebut diharapkan dapat memberikan edukasi bagi masyarakat untuk mengurangi penggunaan air tanah, serta mengurangi penggunaan air minum dalam kemasan botol plastik.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menyebutkan keberadaan kawasan Dukuh Atas menjadi kawasan pertama yang dilintasi oleh tujuh moda transportasi sehingga semakin mempermudah masyarakat untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

"Masing-masing pengelola moda transportasi harus memiliki satu payung yang sama jangan hanya per sektor saja. Kami mendorong integrasi antar moda bagaimana transportasi antar rute harus saling tersambung agar mempermudah masyarakat yang menggunakan transportasi massal," kata Anies.

Anies menyebutkan kualitas sistem transportasi di Jakarta dapat dinilai dari partisipasi masyarakat menggunakan transportasi umum. Jika belum menggunakan maka kualitas Transportasi di Jakarta belum layaknya sistem transportasi di negara-negara lainnya.

Sementara itu, Direktur MRT Jakarta, William Syahbandar menyebutkan sejak satu bulan operasional komersial pihaknya mendapatkan rata-rata jumlah penumpang sebanyak 82.615 penumpang setiap hari.

"Angka tertinggi pada 13 April 116.000. Trennya sekarang 90.000 setelah penetapan tarif 50 persen. Stasiun terbanyak yakni Lebak Bulus, HI, Blok M dan Senayan. Kebanyakan penumpang yang turun di sini adalah penumpang Commuter Line," kata William. 



Sumber: Suara Pembaruan