Pemkot Bogor Terbitkan Aturan Pendidikan Antikorupsi di Lingkungan Sekolah

Pemkot Bogor Terbitkan Aturan Pendidikan Antikorupsi di Lingkungan Sekolah
Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakil Kota Bogor Dedie A Rachim saat penerbitan Perwali No 28/2019 tentang Pendidikan Antikorupsi di SMPN 7 kota Bogor, Kamis (2/5/2019) ( Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale )
Vento Saudale / WBP Jumat, 3 Mei 2019 | 12:53 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai menerapkan pelajaran antikorupsi di lingkungan sekolah. Kepastian tersebut setelah Wali Kota Bogor, Bima Arya menerbitkan Peraturan Wali Kota No 28/2019 tentang Pendidikan Antikorupsi di lingkungan sekolah.

"Ini menjadi hari penting untuk pemberantasan korupsi di Kota Bogor dan menjadi pertama di Indonesia, pertama kota dan kabupaten di Indonesia yang punya perwali mewajibkan pelajaran antikorupsi di sekolah," ujar Bima Arya di sela peluncuran perwali pelajaran wajib antikrupsi di SMP N 7 Kota Bogor, Kamis (2/5/2019).

Pelajaran antikorupsi ini diterapkan di jenjang pendidikan Sekolah Dasar hingga SMP terhitung mulai hari ini. Pelajaran antikorupsi akan dimasukkan dalam mata pelajaran yang sudah ada sebelumnya. "Teknisnya dimasukkan ke mata pelajaran PPKN (Pendidikan Kewarganegaraan) dan agama jadi mata pelajaran yang sudah ada itu ada muatan pelajaran antikorupsinya," kata Bima Arya.

Bima Arya menuturkan, nantinya pelajaran antikorupsi tidak hanya berpatok pada buku, namun juga mendatangkan pegiat antikorupsi atau LSM antikorupsi untuk memberikan materi pelajaran.

Menurutnya, pelajaran antikorupsi ini penting untuk diterapkan di sekolah agar generasi penerus bangsa mendapatkan pemahaman sejak awal mengenai bahayanya korupsi dan dampaknya bagi pembangunan negara.

"Semuanya berawal dari pendidikan, di undang-undang sebetulnya juga ada amanatnya, dan Kota Bogor menjalankan itu melalui Perwali, kita berharap iklim antikorupsi mengakar di sekolah karena laporan praktik korupsi juga ada di sekolah, kita ingin anak sekolah di Bogor jadi generasi yang bisa membentengi korupsi," ungkap Bima Arya.



Sumber: BeritaSatu.com