MRT Jakarta Tambah Interkoneksi dengan Transjakarta

MRT Jakarta Tambah Interkoneksi dengan Transjakarta
Penumpang menunggu kereta MRT pada hari pertama fase operasi secara komersial (berbayar) dari Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Senin 1 April 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. )
Lenny Tristia Tambun / FMB Selasa, 7 Mei 2019 | 15:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Mulai Senin (13/5/2019) pekan depan, tarif Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta akan kembali normal. Kebijakan perpanjangan diskon 50 persen akan berakhir pada Minggu (12/5/2019).

Untuk itu, PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sudah menyiapkan langkah untuk menjaga ridership (jumlah penumpang) agar tetap stabil atau meningkat.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William P Sabandar mengatakan untuk menjaga ridership setelah tarif MRT Jakarta kembali normal menjadi Rp 7.000 hingga Rp 14.000, maka ada beberapa langkah yang telah dilakukan perusahaannya.

MRT Jakarta akan menambah interkoneksi dengan Transjakarta. Bila dulu hanya tiga, kini sudah lima stasiun MRT Jakarta yang terintegrasi dengan Transjakarta.

“Integrasi kita lakukan berdasarkan Pergub Nomor 79 tahun 2019. Dinas Perhubungan DKI menetapkan trayek layanan bus Transjakarta yang terintegrasi dengan layanan kereta MRT Jakarta,” kata William Sabandar, Selasa (7/5/2019).

Kelima stasiun MRT yang terintegrasi dengan Transjakarta adalah Stasiun MRT ASEAN, Stasiun MRT Blok A, Stasiun MRT Haji Nawi, Stasiun MRT Cipete dan Stasiun MRT Fatmawati.

Untuk Stasiun MRT ASEAN, ada tiga trayek Transjakarta. Yakni Stasiun MRT ASEAN-Jalan Pakubuwono VI, Stasiun MRT ASEAN-Jalan Kramat Pela, dan Stasiun MRT ASEAN- Jalan Wijaya I.

Kemudian ada dua trayek di Blok A. Yaitu, Stasiun MRT Blok A ke Jalan Pangeran Antasari dan ke Radio Dalam Raya.

Begitu juga di Stasiun MRT Haji Nawi ada dua trayek. Terdiri dari Stasiun MRT Haji Nawi ke Jalan Pangeran Antasari dan ke Jalan Metro Pondok Indah.

Sedangkan untuk Stasiun MRT Cipete dan Fatmawati terintegrasi dengan satu trayek. Masing-masing terdiri dari Stasiun MRT Cipete ke Jalan Pangeran Antasari dan Stasiun Fatmawati ke Jalan Lebak Bulus I.

“Layanan Transjakarta sebagai prioritas angkutan integrasi dari dan menuju stasiun MRT. Untuk itu ada 10 rute integrasi baru Transjakarta,” ujar William Sabandar.

Ke-10 rute integrasi baru Transjakarta itu adalah Dukuh Atas-Kota, Dukuh Atas-Tanah Abang, Dukuh Atas-Kuningan, Dukuh Atas-Sam Ratulangi, Bundaran HI-Kota, BSD-Bundaran Senayan, Bintaro-Blok M, Pondok Cabe-Tanah Abang, Cinere-Kuningan dan Jatijajar-Lebakbulus.

“Titik transit ada di Stasiun Lebak Bulus, Fatmawati, Stasiun Blok M, ASEAN, Dukuh Atas dan Bundaran HI,” papar William Sabandar.

Selain menambah integrasi dengan Transjakarta, PT MRT Jakarta menambah area park and ride, sehingga semakin memudahkan perpindahan dari kendaraan pribadi ke MRT untuk meneruskan perjalanan ke pusat kota.

Awalnya, baru tiga park and ride yang disediakan. Satu di lahan eks Polri dekat kawasan Stasiun Lebak Bulus dan dua area lainnya ada di dekat stasiun Fatmawati. Ketiganya mampu menampung 630 motor dan 285 mobil.

Kemudian, PT MRT Jakarta menambah empat area park and ride. Di antaranya di Tripatra dan Mulia Graha. “Meeting koordinasi sudah dilakukan. Sekarang tinggal menunggu feedback dari Tripatra dan Mulia Graha,” terang William Sabandar.

Selanjutnya, Lorena yang telah bersedia lahannya digunakan sebagai park and ride. Sekarang dalam persiapan untuk perizinan dan pembangunan infrastruktur.

“Sedangkan di JIS, masih dalam penjajakan karena mereka memiliki kewajiban ke Pemprov DKI sekitar Rp 18 miliar,” tutur William Sabandar.



Sumber: BeritaSatu.com