Penemuan Bom di Toko Ponsel Terkait Jaringan JAD Lampung

Penemuan Bom di Toko Ponsel Terkait Jaringan JAD Lampung
Polisi melakukan penggerebekan di toko Wanky Cell, Jalan Muchtar Tabrani, Bekasi Utara, Kota Bekasi. ( Foto: istimewa )
Mikael Niman / Farouk Arnaz / CAH Kamis, 9 Mei 2019 | 11:00 WIB

Bekasi‎, Beritasatu.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan penemuan bahan peladak di toko Wanky Cell, Jalan Muchtar Tabrani, Bekasi Utara, Kota Bekasi, terkait dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung, yang ditangkap beberapa waktu.

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap terduga teroris JAD Lampung pimpinan Solihin (SL). Kemudian Densus 88 melakukan pengembangan ke Tegal, Bitung hingga Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi.

"‎Pengembangan dari JAD Lampung dan JAD Bekasi," ujar Argo Yuwono di Toko Wanky Cell, Kamis (9/5/2019).

Jaringan teroris JAD Lampung terkait dengan bom di Sibolga, Sumatera Utara Maret lalu. Juga terkait dengan jaringan di Klaten, Jawa Tengah.

Saat ini, terdata ada delapan orang yang dibekuk Densus 88 Antoteror. Ke delapan orang itu, tiga orang di antaranya dibekuk di Bekasi dan Tegal pada Sabtu (4/5/2019). Mereka adalah SL (34) ditangkap di Jalan Pondok Ungu Permai Sektor V, Babelan, Kabupaten Bekasi. Lalu ada AN (20) ditangkap di Jalan Keramat Kedongdong, Mangunjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi dan MC (28), dibekuk di Mintaragen, Tegal Timur.

Minggu (5/5/2029) Densus 88 Antiteror menangkap empat terduga teroris di Jalan Ratna, Kampung Cikunir, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Satu di antaranya ditembak mati saat hendak meledakkan bom ke arah polisi.

Kemudian, Rabu (8/5/2029) Densus 88 Antiteror menangkap tersangka Rafli pengontrak Toko Wanky Cell di Jalan Muchtar Tabrani, Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Selama satu jam, Tim Jibon dan Puslabfor Polri melakukan olah TKP di Toko Wanky Cell, Bekasi Utara. Tim selesai mengolah TKP pada pukul 10.15 WIB. ‎

"Tim Jibom sudah selesai kegiatan olah TKP. Ditemukan ada beberapa (bahan) yang kaitannya dengan bom. Kedua, Tim Puslabfor membawa beberapa bahan yang diduga untuk merakit bom ada saringan dan bahan-bahan yang diduga untuk merakit bom. Lalu yang ketiga dari Inafis dan Iden (Identifikasi dan Olah TKP Polrestro Bekasi Kota) ada beberapa barang dibawa. Ada buku-buku yang dijadikan belajar untuk membuat bahan peledak," ujar Argo.

Kemudian tim meluncur ke Babelan, Kabupaten Bekasi untuk mendalami temuan-temuan yang sudah diperoleh saat olah TKP. Polisi menuju ke Babelan, lokasi penggerebekan terhadap tersangka SL, Sabtu (4/5/2019) lalu. 



Sumber: Suara Pembaruan