Tarif Normal Diberlakukan, Penumpang MRT Tidak Berkurang

Tarif Normal Diberlakukan, Penumpang MRT Tidak Berkurang
Penumpang menunggu kereta MRT pada hari pertama fase operasi secara komersial (berbayar) dari Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Senin 1 April 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. )
Erwin C Sihombing / YUD Senin, 13 Mei 2019 | 21:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan konsumen MRT tidak berkurang hingga 36 persen saat pemberlakuan tarif normal yang dimulai Senin (13/5/2019). Pengguna MRT masih tergolong ramai meski pihaknya belum mengetahui jumlah yang pasti.

"Karena MRT masih beroperasi sampai jam 12 malam nanti, kami belum bisa dapatkan jumlah penumpang pasti. Observasi saya hari ini naik MRT, kisaran jumlahnya sama saja, tetap ramai," kata William.

Sebelumnya survei yang dilakukan MRT menunjukkan adanya risiko berkurangnya penumpang MRT mencapai 36 persen saat pemberlakuan tarif normal. Atas dasar itu William berharap diskon tarif hingga 50 persen diperpanjang. Sedangkan jumlah pengguna MRT di saat tarif masih diskon bisa mencapai angka lebih dari 60.000 per hari.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin menambahkan, pihaknya baru bisa merilis jumlah total pengguna MRT pada Selasa dini hari. Dia juga menegaskan volume penumpang tetap tinggi kendati belum diketahui data pembandingnya.

Dikatakan MRT bakal menggencarkan sosialisasi jika dikemudian hari mengalami penurunan pengguna atau beralihnya konsumen ke moda transportasi lain termasuk menggunakan kendaraan pribadi.

Kamaluddin tidak menjawab sewaktu disinggung apakah pihaknya bakal merekomendasikan penerapan ganjil-genap selama 16 jam, agar pengguna kendaraan roda empat bisa beralih menggunakan MRT.

" Yang akan kami tingkatkan program sosialisasi yang lebih menyeluruh dan kemungkinan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar stasiun," kata Kamal.



Sumber: Suara Pembaruan