Pansus Wagub DKI Diminta Bekerja Cepat

Pansus Wagub DKI Diminta Bekerja Cepat
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi. ( Foto: istimewa )
Erwin C Sihombing / FER Rabu, 15 Mei 2019 | 19:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Fraksi PKS DKI, Abdurrahman Suhaimi, meminta panitia khusus (pansus) pemilihan Wagub DKI bekerja cepat. Menurutnya permintaan itu tidak muluk mengingat, Ketua Pansus Ongen Sangaji serta Wakil Ketua Bestari Barus tidak memiliki beban lagi sehingga bisa fokus menyelesaikan sisa masa jabatan sebagai anggota DPRD DKI periode 2014-2019.

Baca Juga: Pansus Terbentuk, Anies Harapkan Wagub DKI Segera Terpilih

"Kita berharap pansus segera jalan dengan efektif dan mudah-mudahan segera menghasilkan panitia pemilihan (panlih)," kata Suhaimi, di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Seperti diketahui, Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi, telah menunjuk Ongen dan Bestari sebagai pimpinan pansus. Penunjukan itu terkesan sebagai hadiah hiburan bagi Ongen dan Bestari yang tidak lolos menjadi anggota DPRD DKI periode 2019-2024 dalam Pemilu 2019.

Suhaimi mengatakan, pihaknya mengormati penunjukan yang telah dilakukan Prastetio. PKS juga tidak berasumsi negatif bahwa dua kandidat wagub dari PKS yakni, Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu bisa diganjal oleh pansus.

Baca Juga: Pemilihan Wagub DKI Usai Penghitungan Suara Pemilu

Suhaimi bahkan meyakini, baik Ongen maupun Bestari dapat melaksanakan mandatnya dengan efektif sebelum berakhirnya masa jabatan anggota DPRD periode 2014-2019 pada Agustus 2019.

"Ya mudah-mudahan mereka bekerja dengan efektif, karena proses ini sudah tertunda selama tujuh bulan," kata Suhaimi.

Pansus Wagub DKI bertugas menyusun tata tertib pemilihan serta membentuk panlih. Sekalipun begitu, masih terbuka peluang kedua kandidat Wagub DKI dari PKS ditolak oleh dewan.

Apabila situasi itu yang terjadi, Prasetio mengatakan, Pansus Wagub DKI bakal memerintahkan koalisi Gerindra-PKS menyerahkan nama baru kandidat Wagub DKI. Artinya, situasi dalam paripurna dewan ditentukan dari keputusan seluruh anggota serta Fraksi Gerindra-PKS.

"Keputusannya tergantung di dalam floor nanti. Tergantung dengan PKS dan Gerindra juga. Kalau mereka berdua terus ngotot, ya enggak akan bertemu," ujar Prasetio.



Sumber: Suara Pembaruan