Soal Stadion BMW, Anies Merasa Dijegal

Soal Stadion BMW, Anies Merasa Dijegal
Petugas gabungan dari Satpol PP, Dinas Kebersihan DKI melakukan pembongkaran bangunan liar di lahan Stadion BMW, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara dengan penjagaan dari TNI dan Polri, Senin 18 Juli 2016. ( Foto: SP/Carlos Roy Fajarta Barus )
Erwin C Sihombing / HA Rabu, 15 Mei 2019 | 20:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Anies Baswedan merasa ada pihak yang berupaya menjegalnya untuk merealisasikan janji membangun Stadion BMW untuk Persija. Dia meminta seluruh pihak yang menghendaki adanya stadion bertaraf internasional turut memantau proses pengerjaan.

"Bantu untuk awasi. Selalu ada saja pihak yang ingin menjegal. Bantu ini sehingga stadion bisa terwujud untuk semuanya," kata Anies di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Anies menekankan pengerjaan stadion bakal terus berjalan sekalipun Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta telah memenangkan PT Buana Permata Hijau (BPH) yang merasa memiliki lahan, dengan membatalkan Sertifikat Hak Pakai Nomor 314 dan 315 yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Utara.

Baca juga: Kalah di PTUN, Anies Jamin Pembangunan Stadion BMW Tetap Jalan

Menurut Anies, meskipun DKI menjadi tergugat intervensi dalam perkara di PTUN, pihaknya tidak menghentikan proses pengerjaan stadion. Sebab, pihaknya berpegang pada perkara perdata di pengadilan negeri yang telah memenangkan Pemprov DKI.

"Yang digugat adalah BPN, bukan DKI. DKI sudah menang," katanya.

Dia meminta seluruh pihak untuk tidak melihat keberadaan Stadion BMW secara sempit, sebab stadion ini untuk kepentingan masyarakat secara umum, bukan segelintir golongan.

"Ikhtiar kita adalah membangun untuk seluruh warga DKI ini, bukan untuk kepentingan kecil," tuturnya.

Tonton video: Kick Off Pembangunan Stadion Baru Persija Jakarta



Sumber: Suara Pembaruan