Viral Isu Geng Motor di Medsos, Polisi: Jakarta Aman dan Kondusif

Viral Isu Geng Motor di Medsos, Polisi: Jakarta Aman dan Kondusif
Ilustrasi anggota geng motor. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / WM Rabu, 15 Mei 2019 | 22:04 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Beberapa waktu belakangan, khususnya selama Ramadan, jagat maya dihiasi dengan isu maraknya geng motor yang melakukan aksi anarkis dengan membawa senjata tajam, di jalanan Ibu Kota Jakarta.

Tak bisa dimungkiri, isu-isu aksi geng motor itu cukup membuat resah masyarakat, apalagi yang beraktivitas pada malam hari.

Merespons hal itu, Polda Metro Jaya menegaskan, Ibu Kota DKI Jakarta dalam situasi aman dan kondusif. Masyarakat jangan resah dan takut terhadap isu-isu geng motor yang beredar di media sosial.

"Saya sampaikan bahwa Kamtibmas di Jakarta dalam kondisi kondusif. Masyarakat jangan khawatir. Yang mau ke Jakarta dan mau beraktivitas jangan khawatir, tidak ada kegiatan menakutkan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Rabu (15/5/2019).

Argo mengatakan, memang beberapa hari belakangan masyarakat kerap mendapatkan kiriman video, foto dan kata-kata yang isinya terkait aksi geng motor atau tindak kejahatan jalanan, di media sosial.

Menurut Argo, beberapa di antaranya memang peristiwa yang benar terjadi. Namun, lokasi dan waktunya tidak tepat. Artinya, peristiwa yang sudah pernah terjadi diposting kembali, dan biasanya ditambahkan dengan gambar serta kata-kata.

Semisal, ada video viral segerombolan orang bawa senjata tajam, kemudian cekcok dengan kelompok lain, akhirnya melukai dan menyebabkan korban meninggal dunia, di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat. Peristiwa itu sudah diungkap polisi, dan pelakunya dijebloskan ke dalam penjara.

"Kemudian ada foto yang tangannya putus, ini viral. Itu adalah kejadian yang viral, beredar lagi. Itu kejadian 22 Februari 2019, itu ditangani Resmob dan sudah ditangkap pelakunya. Lokasi kejadiannya di Bekasi Utara. Ada kasus lama dinaikkan kembali. Ada berbagai foto digabung video, kemudian diviralkan. Ada broadcast-broadcast seperti di Jakarta Utara, jangan sampai melintas malam-malam karena banyak begal dan sebagainya," ungkap Argo.

Menurut Argo, selama Ramadan, TNI-Polri menggelar patroli gabungan untuk menciptakan situasi aman dan kondusif, di Ibu Kota Jakarta.

"Tindakan preventif kita selama ini, patroli gabungan TNI-Polri kita lakukan. Kemudian, patroli dialogis kita selalu antara jam 11 (23.00 WIB) sampai subuh, kita berjalan kalau bertemu masyarakat atau gerombolan kita berhenti, bertanya, berdialog di sana," jelas Argo.

Argo menuturkan, selama bulan Ramadan, Polda Metro Jaya belum menerima laporan terkait adanya aksi geng motor. Hal itu terjadi karena Polri mulai dari tingkat Polsek, Polres dan Polda Metro setiap saat menggelar patroli bersama TNI.

"Saya nyatakan sekali lagi Jakarta aman, tidak masalah. Silakan beraktivitas, dan silakan datang ke Jakarta. Kami dari Polda Metro Jaya siap mengamankan,"  katanya.



Sumber: BeritaSatu.com