Stasiun KRL Telagamurni Mulai Diuji Coba

Stasiun KRL Telagamurni Mulai Diuji Coba
‎Stasiun Telagamurni Metland Cibitung, Kabupaten Bekasi, mulai uji coba pengoperasian KRL Lintas Bekasi-Jakarta, Sabtu (18/5/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Mikael Niman / JAS Sabtu, 18 Mei 2019 | 10:57 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - ‎Pengembang Metropolitan Land Tbk (Metland) mulai uji coba pengoperasian stasiun kereta rel listrik (KRL) di Desa Telagamurni, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Sabtu (18/5/2019) pagi.‎ Stasiun ini dinamakan Stasiun Telagamurni, yang dibuka untuk umum maupun penghuni Metland Cibitung.

"Pagi ini mulai kita ujicobakan pengoperasikan stasiun. Sudah dua commuterline yang berhenti di sini, sejak pukul 05.00 WIB," ujar petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) Daop I, Dudung, di lokasi, Sabtu (18/5/2019).

Warga sekitar Perumahan Metland Cibitung, memanfaatkan stasiun yang berada di sekitar pintu masuk Kompleks Metland.

‎Pembangunan Stasiun Telagamurni dimulai sejak Agustus 2016 lalu, dan kini sudah dapat digunakan untuk umum.

Sementara itu, Finance Director and Corporate Secretary PT Metropolitan Land Tbk, Olivia Surodjo, mengatakan biaya pembangunan Stasiun Telagamurni menggunakan anggaran internal perusahaan sekitar Rp 80 miliar.

"Meskipun keberadaan Stasiun Telagamurni ditujukan untuk mengakomodasi warga Kompleks Metland Cibitung namun masyarakat umum juga diperkenankan untuk menggunakan stasiun itu," imbuhnya.

Lintasan KRL Jakarta-Bekasi mulai dari Stasiun Bekasi hingga Stasiun Cikarang melewati empat stasiun yakni Stasiun Bekasi Timur, Stasiun Tambun, Stasiun Cibitung, dan Stasiun Cikarang. Keberadaan Stasiun Telagamurni berada di antara Stasiun Cibitung dan Stasiun Cikarang.

Nantinya, Stasiun Telagamurni dipersiapkan untuk pembangunan jalur rel dwiganda (double-double track/DDT). Pengoperasian secara resmi Stasiun Telagamurni, akan dilakukan setelah Lebaran 2019 oleh Kementerian Perhubungan.

Di stasiun ini terdapat tujuh mesin tapping serta empat loket namun hanya tiga loket yang beroperasi.



Sumber: Suara Pembaruan