Jelang Mudik, Jasa Marga Hentikan Sementara Proyek di Tol Jakarta-Cikampek

Jelang Mudik, Jasa Marga Hentikan Sementara Proyek di Tol Jakarta-Cikampek
Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri meninjau langsung penghentian proyek pembangunan di Tol Jakarta-Cikampek dan meninjau kesiapan rekayasa lalu lintas one way saat arus mudik dan arus balik, Minggu (26/5/2019). ( Foto: Ist )
Mikael Niman / FMB Minggu, 26 Mei 2019 | 20:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Jasa Marga (Pe‎rsero) Tbk menghentikan sementara pekerjaan proyek di seluruh jalan tol, mulai Minggu (26/5/2019) hingga Sabtu,15 Juni 2019 pukul 24.00 WIB, mendatang. Dengan penghentian sementara pekerjaan ini diharapkan, ‎dapat mengurangi kepadatan lalu lintas terutama menjelang periode arus mudik dan balik Lebaran 2019.

Menurut Direktur Operasi Jasa Marga Subakti Syukur, pekerjaan proyek di jalan tol yang dihentikan akan berdampak positif menjelang arus mudik dan balik Lebaran karena kapasitas lajur jalan tol dapat bertambah.

"Salah satu contohnya adalah Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated, di mana area yang sebelumnya digunakan sebagai area kerja kini dengan menggeser pagar-pagar pembatas proyek, area tersebut dapat digunakan sebagai lajur bagi pengguna jalan, sehingga akan lebih lancar," ujar Subakti Syukur, Minggu ‎(26/5/2019).

Dia mengatakan, penghentian sementara seluruh proyek jalan tol tersebut merupakan tindak lanjut Jasa Marga atas surat Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Nomor BM.08-P/219 tanggal 22 Mei 2019 tentang Penghentian Sementara Pekerjaan Konstruksi di Jalan Tol dalam Rangka Menghadapi Arus Mudik/Balik Lebaran Tahun 2019/1440 H.

"Diharapkan, dengan adanya pemberhentian proyek di jalan tol dimaksud dapat memperlancar arus mudik dan balik Lebaran 2019 agar pengguna jalan yang bepergian melalui jalan tol bertambah aman dan nyaman," harapnya.

Semantara itu, Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri,‎ memantau langsung pelaksanaan pemberhentian sementara proyek di Tol Jakarta-Cikampek serta kesiapan pengaturan lalu lintas.

‎Refdi Andri mengungkapkan pekerjaan proyek di Tol Jakarta-Cikampek sudah berhenti per hari ini guna memberikan kenyamanan kepada pengguna jalan selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2019.

"Saya hari ini melihat bahwa proyek-proyek pembangunan yang ada di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek sudah berhenti, hal ini tentunya akan bermanfaat untuk pengguna jalan yang mau mudik dan balik," ujar Refdi Andri.

‎General Manager Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek, Raddy R. Lukman, menambahkan selain penghentian proyek dan optimalisasi kapasitas lajur, Jasa Marga melalui PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) juga melakukan upaya-upaya lainnya untuk penyiapan lalu lintas saat arus mudik dan arus balik Lebaran.

"Beberapa upaya yang dilakukan saat persiapan arus mudik dan arus balik Lebaran adalah perbaikan jalan yang rusak pada lokasi widening sebagai upaya optimalisasi lajur untuk memperlancar lalu lintas. Lalu, menyiapkan crane di beberapa titik untuk membantu evakuasi kendaraan besar (jika diperlukan) serta menyiagakan Patroli JJC dan patroli proyek untuk percepatan penanganan gangguan lalu lintas," sambungnya.

Selain itu, Jasa Marga juga berupaya mengurangi atau menutup area proyek untuk menghindari kendaraan-kendaraan yang memaksa berhenti di area proyek demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

"Kami juga melakukan pengecatan ulang marka jalan dan penambahan rambu imbauan, termasuk pemenuhan lampu dipagar proyek," tuturnya.

Penerapan One Way
Lebih lanjut, Irjen Pol Refdi Andri menjelaskan tentang rencana pengaturan lalu lintas contra flow maupun penerapan one way yang akan diberlakukan mulai tanggal 30-31 Mei 2019 dan 1-2 Juni 2019 untuk arus mudik dan pada 8-10 Juni 2019 untuk arus balik.

"Penerapan contra flow akan diberlakukan mulai dari KM 29 sampai dengan KM 61 Tol Jakarta-Cikampek, pada pukul 06.00 - 21.00 WIB. Sedangkan, penerapan one way diberlakukan mulai dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek sampai dengan KM 263 Tol Pejagan-Pemalang, pada pukul 09.00 - 21.00 WIB," sambung Refdi.

‎Menurutnya, pemberlakuan skema contra flow dan one way ini juga untuk mengakomodir lalu lintas jarak pendek serta lalulintas yang dari dan menuju Bandung.

"Jalur one way hanya dapat digunakan untuk kendaraan kecil, sedangkan kendaraan besar atau bus serta pengguna jalan dengan jarak pendek agar menggunakan jalur normal (nontol). Sementara untuk pengguna jalan dengan tujuan jarak jauh seperti Cirebon, Semarang dan seterusnya dapat menggunakan jalur one way sebagai jalur alternatif," ucapnya.

Kepolisian mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, kecepatan kendaraan yang diizinkan di jalur one way adalah maksimum 80 km/jam.

Refdi juga mengingatkan kembali bahwa masyarakat agar menggunakan fasilitas diskon 15 persen tarif Lebaran yang diberikan oleh para pengusaha jalan tol mulai tanggal 27-29 Mei 2019 untuk arus mudik dan 10-12 Juni 2019 untuk arus balik, sehingga volume lalulintas dapat terdistribusi dan kepadatan tidak terjadi.

"Kami mengimbau kepada pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanannya dengan lebih matang. Pastikan kendaraan dan pengendaranya prima, isi penuh bahan bakar kendaraan dan pastikan kecukupan saldo uang elektronik," pungkasnya. 



Sumber: Suara Pembaruan