Anies Tak Ingin Pendatang Baru Jadi Warga Kelas 2

Anies Tak Ingin Pendatang Baru Jadi Warga Kelas 2
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengundang puluhan peserta Mudik Gratis Bareng Pemprov DKI di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu, 12 Juni 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / CAH Rabu, 12 Juni 2019 | 14:26 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan tidak ingin pendatang baru menjadi warga kelas dua di Ibu Kota. Karena itu, ia tidak mau melakukan razia atau penertiban pendatang baru di DKI Jakarta. Menurutnya Jakarta sebagai Ibu Kota negara Indonesia terbuka untuk semua rakyat Indonesia.

“Kita tidak lakukan operasi-operasi di terminal, stasiun apalagi orang diperiksa, digelandang, punya KTP apa tidak. Seakan-akan yang KTP luar Jakarta seperti warga kelas dua,” kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Menurutnya, setiap hari selalu terjadi lalu lintas pergerakan orang dari luar ke Jakarta dan dari Jakarta ke luar. Sehingga masuknya pendatang baru pascalebaran menjadi sesuatu yang normal bagi Kota Jakarta.

Sehingga kedatangan mereka, tidak lagi disambut dengan razia atau operasi penertiban KTP. Apalagi yang datang itu rakyat kecil dengan modal terbatas.

“Bukan berarti Pemprov DKI mengundang datang ke DKI Jakarta. Tidak. Kita hanya menerapkan kesetaraan seperti kota lain. Makanya layanan jasa kependudukan kita sifatnya melayani. Ketika mereka datang ke Jakarta, siapa pun kerja disini, lalu butuh pencatatan kependudukan akan layani,” terang Anies Baswedan.

 



Sumber: BeritaSatu.com