TNI-Polri Gelar Apel Persiapan Pengamanan Sidang PHPU di MK

TNI-Polri Gelar Apel Persiapan Pengamanan Sidang PHPU di MK
TNI-Polri menggelar Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Jaya 2019 dan Persiapan Pengamanan Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis pagi, 13 April 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / CAH Kamis, 13 Juni 2019 | 10:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - TNI-Polri menggelar Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Jaya 2019 dan Persiapan Pengamanan Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, pagi ini.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, apel dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Pangdam Jaya TNI Mayjen Eko Margiyono, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan sejumlah pejabat TNI-Polri.

Gatot Eddy selaku inspektur upacara menyampaikan, apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran TNI-Polri, termasuk pemerintah provinsi atas dedikasinya melakukan pelayanan dan pengamanan selama Operasi Ketupat Jaya 2019.

"Saya apresiasi dan berterima kasih kepada seluruh personel pengamanan. Kita mampu memberikan yang terbaik kepada masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya. Ada beberapa indikator, pertama harga bahan pokok stabil, kedua angka kriminalitas menurun 24 persen, menurunnya angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas," ujar Gatot, Kamis (13/6/2019).

Gatot menyampaikan, pasca-pengamanan Operasi Ketupat Jaya, personel dihadapkan dengan pengamanan sidang PHPU, di MK, Jumat (14/6/2019) besok. Dia meminta seluruh personel siap menjalankan amanah untuk melakukan pengamanan sesuai dengan prosedur dan aturan.

"Hari ini, selain apel konsolidasi Operasi Ketupat Jaya, juga apel kesiapan pengamanan sidang PHPU. Apel ini diharapkan jadi sarana konsolidasi, mengecek sejauhmana kesiapan personel dan peralatan yang akan melakukan pengamanan tersebut," ungkap Gatot.

Menurut Gatot, personel harus bangga karena diberikan tugas melakukan pengamanan, dan dicacat sebagai bagian sejarah dalam menyukseskan jalannya Pemilu 2019.

"Dalam pengamanan, tetap berpedoman pada protap dan aturan yang dimiliki instansi masing-masing baik Polri maupun TNI," katanya.

Sementara itu, Eko Margiyono menambahkan, personel pengamanan harus menjalankan tugas dengan konsentrasi tinggi, menjaga integritas, menjalankan perintah sesuai dengan rantai komando untuk mencegah pelanggaran dalam melakukan pengamanan.

"Saya tegaskan kepada seluruh personel untuk waspada pada seluruh provokasi yang memecahkan TNI-Polri. Jangan mudah percaya pada berita hoax. Jangan ada TNI-Polri yang menjadi provokator dan sebar berita bohong," tandasnya



Sumber: BeritaSatu.com