Organda Kota Bogor Tolak Pembatasan Usia Kendaraan Angkot

Organda Kota Bogor Tolak Pembatasan Usia Kendaraan Angkot
Beberapa angkutan perkotaan melintas di Jalan Merdeka, Bogor Tengah, Kota Bogor. ( Foto: Beritasatu.com / Vento Saudale )
Vento Saudale / FMB Senin, 17 Juni 2019 | 10:54 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor tetap menolak diberlakukannya pembatasan angkot yang beroperasi berusia lebih 20 tahun. Organda menilai, pengusaha angkot saat ini tengah terpuruk dengan bersaingnya angkutan online.

Ketua Organda Kota Bogor Muhammad Ishak mengatakan, para pengusaha angkutan keberatan dengan aturan pembatasan usia angkutan umum. Ishak menganggap hadirnya surat edaran akan semakin mematikan usaha angkutan umum di Kota Bogor.

“Jujur saja pengusaha banyak yang menolak karena kondisi perusahaan angkutan terus merugi akibat kehadiran angkutan online,” kata Ishak, Senin (17/6/2019).

Namun, jika diterapkan, usaha angkutan akan semakin meredup karena hampir sebagian angkutan di Kota Bogor berusia tua.

“Bila diterapkan tentu akan berimbas pada penghasilan angkutan, karena saat ini dari 3.000 lebih angkutan, 50 persennya sudah usia tua, angkot bisa habis semua,” ucap Ishak.

Kata dia, kondisi saat ini juga tak sesuai dengan keadaan perusahaan angkutan. Peremajaan angkutan sangat sulit, karena mahalnya biaya kendaraan dan tingginya biaya operasional angkot.

“Jangankan untuk kredit kendaraan, untuk biaya hidup mereka saja sudah berat,” ujar Ishak.



Sumber: BeritaSatu.com