BW Mengaku Terpaksa Berjalan Kaki Menuju Gedung MK

BW Mengaku Terpaksa Berjalan Kaki Menuju Gedung MK
Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi Bambang Widjojanto hadir pada persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (14/6/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Yeremia Sukoyo / WBP Selasa, 18 Juni 2019 | 10:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang lanjutan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 pada Selasa (18/6/2019) pada pukul 09.00 WIB dengan agenda pembacaan jawaban dari pihak termohon.

Menjelang dimulainya sidang MK, satu per satu tim kuasa hukum pemohon dan termohon telah sampai di Gedung MK di Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat. Nampak lebih dahulu Ketua tim kuasa hukum pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra. Sekitar 30 menit kemudian, hadir Ketua tim gugatan MK pasangan Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto.

Sesampainya di ruang sidang utama MK, BW panggilan akrab Bambang langsung bercerita bahwa dirinya hampir terlambat memasuki ruang sidang lantaran jalanan di sekitar MK macet total. Salah satu penyebabnya adalah penutupan jalan di depan gedung MK pada kedua arah.

Untuk mencapai Gedung MK, BW mengaku terpaksa berjalan kaki menembus tiga barikade petugas kepolisian. "Kali ini luar biasa, mencapai sini jalan kaki. Saya harus menembus tiga barikade," kata BW sambil tergesa-gesa memakai toga.

Dalam kesempatan itu BW mengingatkan agar pemerintah jangan sampai takut berlebihan (paranoid) menghadapi gugatan Prabowo-Sandi ke MK. "Ketakutan boleh, paranoid tidak boleh. Saya bisa mengerti itu," ucap BW setengah menyesalkan sulitnya menuju gedung MK.



Sumber: Suara Pembaruan