Ratna Tegaskan Unsur Keonaran Tidak Terbukti

Ratna Tegaskan Unsur Keonaran Tidak Terbukti
Terdakwa penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa 28 Mei 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Bayu Marhaenjati / BW Selasa, 18 Juni 2019 | 13:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang lanjutan kasus penyebaran berita bohong dengan terdakwa Ratna Sarumpaet, dengan agenda pembacaan pledoi, Selasa (18/6/2019). Penasihat hukum dalam pembelaannya menegaskan, unsur keonaran tidak terbukti di persidangan.

"Keonaran tidak bisa pernah dibuktikan oleh saksi-saksi jaksa penuntut umum (JPU). Keonaran yang dimaksud hanya ditafsirkan pendapat ahli karena seolah-olah ada keonaran," ujar penasihat hukum Ratna, Desmihardi ketika membacakan berkas pembelaan, di Ruang Sidang Prof. H. Oemar Seno Adji, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dikatakan Desmihardi, saksi ahli dari JPU menyatakan telah terjadi keonaran hanya karena silang pendapat di media sosial dan unjuk rasa di depan Polda Metro Jaya.

"Keonaran dilakukan karena hanya ada silang pendapat media sosial dan demonstrasi 20 orang. Dalam perkara ini harusnya diusut seberapa besar akibat dari cerita penganiayaan apakah mempunyai pengaruh yang merugikan, terdapat korban yang merugikan atau telah terjadi nyata keonaran, sehingga situasi nasional diliputi kegemparan, ketakutan sehingga merugikan masyarakat," ungkap Desmihardi.

Desmihardi menilai, kasus kebohongan yang diproduksi Ratna tidak bisa dipidanakan karena tidak menimbulkan dampak besar yang merugikan masyarakat. "Kebohongan bisa dihukum kalau punya kerugian," katanya.

Sebelumnya diketahui, JPU menuntut terdakwa Ratna Sarumpaet dengan hukuman 6 tahun penjara, karena terbukti secara sah melakukan tindak pidana menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dan dengan sengaja menerbitkan keonaran di masyarakat, sesuai yang diatur dalam Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.



Sumber: BeritaSatu.com