1.018 Siswa SDK Penabur Pelajari Seni dan Budaya di Yogyakarta

1.018 Siswa SDK Penabur Pelajari Seni dan Budaya di Yogyakarta
Siswa SDK Penabur bersiap menaiki kereta api jurusan Yogyakarta untuk mengikuti kegiatan rekreasi edukatif Spirit di Stasiun Gambir Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta )
Carlos Roy Fajarta / FER Selasa, 18 Juni 2019 | 22:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 1.018 pelajar kelas V dari 20 SDK Penabur Jakarta mengikuti kegiatan rekreasi edukatif 'Spirit' mempelajari seni dan budaya di Yogyakarta pada 17-25 Juni 2019.

"Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengenalkan anak murid secara langsung ke sumber seni, budaya dan sejarah salah satu kebudayaan khas yang cukup dikenal yakni di Yogyakarta," ujar Ketua BPK Penabur, Antono Yuwono, di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (18/6/2019) malam.

Mengangkat tema 'Bangga Menjadi Indonesia', para pelajar yang diberangkatkan dari Stasiun Gambir dalam empat gelombang, diharapkan dapat menikmati dan mensyukuri keindahan alam Indonesia akan membangkitkan rasa bangga dan cinta tanah air.

Beberapa kegiatan yang akan dilakukan oleh pelajar diantaranya yakni membatok dan membatik di Desa Santan, mengenal sejarah Candi Borobudur, belajar musik akapela bersama Tim Omah Cangkem, hingga menyaksikan pembuatan kaos wayang.

Tak hanya mempelajari seni dan budaya, para siswa juga akan merasakan pengalaman naik delman, mencicipi kuliner khas Yogyakarta seperti mie lethek, nasi kucing, ronde, bakpia. Mereka juga diperkenalkan kembali mengenal berbagai permainan tradisional seperti karambol, ular tanggal, halma, congklak, dan bola bekel.

"Siswa nantinya tinggal di rumah penduduk sehingga membuat mereka berinteraksi, berbagi dalam kehidupan dan kepedulian sosial sehari-hari di masyarakat. Hal ini sesuai dengan tujuan utama kegiatan rekreasi ini yakni mengembangkan kemampuan kognitif, softskill, serta karakter mereka agar mencintai kebudayaan Indonesia," tambah Antono.

Dipandu masyarakat lokal, para siswa juga mengunjungi rumah-rumah para lansia di Desa Santan. Mereka akan berbagi kebutuhan para lansia seperti makanan dan asupan gizi serta minyak angin yang sudah mereka siapkan sebelumnya.

"Selama empat kali pelaksanaan, kenaikan minat peserta didik dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya mencapai 20 persen, ini menunjukkan tingginya minat anak-anak untuk menghabiskan liburan dengan turun langsung ke daerah untuk berinteraksi dan mempelajari kebudayaan serta tatanan sosial ditengah masyarakat," tandas Antono.



Sumber: Suara Pembaruan