Pengelola Tol Japek II Selatan Gelar Musyawarah Ganti Rugi Lahan‎ Warga

Pengelola Tol Japek II Selatan Gelar Musyawarah Ganti Rugi Lahan‎ Warga
PT Jasamarga Japek Selatan gelar m‎usyawarah kepada warga terdampak pembangunan Tol Japek II Selatan di Purwakarta pada 18-19 Juni 2019. ( Foto: Istimewa )
Mikael Niman / JAS Kamis, 20 Juni 2019 | 13:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - ‎PT Jasamarga Japek Selatan (JJS), pengelola proyek Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan, menggelar musyawarah terhadap warga terdampak penggusuran untuk membahas ganti-rugi akibat pembangunan Jalan Tol Japek II Selatan.

"Saat ini, pengadaan tanah pada proyek pembangunan Tol Japek II Selatan sudah memasuki tahap pelaksanaan sebanyak 177 bidang dari 288 bidang tanah," ujar Nurbaiti selaku Ketua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Tol Japek Selatan II dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (20/6/2019).

Nurbaiti menjelaskan, sebanyak 177 bidang tersebut perinciannya adalah sebanyak 104 bidang berada di Desa Mulyamekar dan 73 bidang di Desa Cigelam. Kedua desa ini berada di ‎Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

‎"Pada tahapan musyawarah ini, masyarakat sangat antusias mengikutinya dan 90 persen setuju untuk menerima ganti-rugi dalam bentuk uang tunai. Sebagian warga yang tidak bisa hadir telah dikonfirmasi oleh masing-masing kepala desa untuk menandatangani hasil musyawarah sehingga proses uang ganti-rugi (UGR) terus berjalan," sambungnya.

Pihaknya menargetkan, akhir Juni 2019, masyarakat sudah menerima UGR tersebut. Seiring proses pembayaran UGR, pembangunan konstruksi Tol Japek II Selatan tetap berlangsung.

Lebih lanjut, Direktur Utama PT JJS, Dedi Krisnariawan Sunoto, menambahkan pengerjaan konstruksi jalan tol ini sudah dilakukan sejak bulan Mei 2019. Pada Paket 3 ini, 45 persen lahan adalah milik pemerintah yang terdiri dari lahan yang dikelola Jasa Marga, lahan milik Kementerian PUPR yang sudah mendapat izin pakainya, dan lahan Perhutani yang diharapkan segera mendapat izin pakainya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Sedangkan, pengadaan lahan di luar 45 persen lainnya, ditargetkan penyelesaian untuk pembebasan lahan sampai dengan tahun 2020," kata Dedi.

Dedi mengakui, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan langkah-langkah pembebasan lahan yang bersih dan transparan bagi keperluan proyek sehingga pembangunan Tol Japek Selatan II dapat selesai sesuai target yaitu pada 2021.

Jalan Tol Japek II Selatan terdiri atas tiga seksi, yaitu Seksi 1 mulai dari Jatiasih, Kota Bekasi menuju Setu, Kabupaten Bekasi sepanjang 9,3 kilometer (km). Seksi 2 mulai Setu, Kabupaten Bekasi menuju ke Taman Mekar, Kabupaten Bogor sepanjang 24,85 km dan Seksi 3 mulai Taman Mekar hingga Sadang, Kabupaten Purwakarta sepanjang 27,85 km

Kehadiran Tol Japek II Selatan diperkirakan dapat memangkas waktu tempuh perjalanan dari Jakarta menuju Cikampek dari sisi Selatan.

"Dengan demikian, dapat memangkas biaya logistik karena distribusi barang antar dua kota tersebut menjadi lebih cepat. Jalan Tol Japek II Selatan diharapkan menjadi salah satu solusi upaya meningkatkan perekonomian dan pemerataan serta kelancaran transportasi pembangunan, khususnya di wilayah antara Jakarta dan Cikampek," pungkasnya.‎ 



Sumber: BeritaSatu.com