Penahanan Pria Ancam Presiden Jokowi Diperpanjang

Penahanan Pria Ancam Presiden Jokowi Diperpanjang
Foto tangkapan layar video seorang pria yang mengancam akan membunuh Presiden Joko Widodo. Video itu beredar luas di media sosial. ( Foto: Beritasatu )
Bayu Marhaenjati / CAH Senin, 24 Juni 2019 | 18:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Polda Metro Jaya, memperpanjang masa penahanan tersangka Hermawan Susanto alias HS, pria yang mengancam akan membunuh Presiden Joko Widodo, selama 40 hari sejak tanggal 2 Juni lalu.

"Ya diperpanjang selama 40 hari sesuai KUHAP," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Senin (24/6/2019).

Sementara itu, kuasa hukum Hermawan, Sugiyarto membenarkan kalau masa penahanan kliennya diperpanjang selama 40 hari.

"Kan sudah ditahan selama 20 hari penahanan pertama. Terus kemudian sudah dilakukan perpanjangan selama 40 hari. Berlaku sejak 2 Juni hingga 11 Juli 2019. Diperpanjang selama 40 hari," ungkap Sugiyarto.

Sugiyarto berharap, penyidik bisa segera menyelesaikan berkas perkara kliennya, agar bisa segera naik di persidangan.

"Ini saya meminta kepada penyidik untuk segera berkasnya dinaikkan, agar HS bisa disidangkan. Agar kemudian kita bisa membuktikan ini, menguji ada unsur tidak makarnya itu," katanya.

Sebelumnya diketahui, jagat maya dihebohkan dengan beredarnya rekaman video berisi, seorang pria yang mengancam akan membunuh Presiden Joko Widodo. Pria berjaket warna coklat yang belakangan diketahui bernama Hermawan Susanto, itu menyampaikan ancaman ketika mengikuti sebuah aksi unjuk rasa, di Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019) lalu.

Polisi kemudian, menangkap Hermawan di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 08.00 WIB, Minggu (12/5/2019) pagi. Polisi pun sudah melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan.



Sumber: BeritaSatu.com