Pengacara Yakin Ratna Sarumpaet Akan Dibebaskan

Pengacara Yakin Ratna Sarumpaet Akan Dibebaskan
Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet, mengikuti sidang pledoi dalam sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 18 Juni 2019. Sidang tersebut beragenda mendengarkan pledoi atau nota pembelaan dari terdakwa. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Bayu Marhaenjati / CAH Selasa, 25 Juni 2019 | 15:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penasihat hukum terdakwa Ratna Sarumpaet, meyakini kalau Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan membebaskan kliennya, pada sidang putusan, Kamis (11/7/2019) mendatang. Sebab keonaran yang didakwakan seperti yang dimaksud Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, tidak terbukti di persidangan.

"Terbukti di persidangan bahwa demonstransi bukan merupakan keonaran, itu yang disampaikan juga oleh ahli. Kemudian, ahli ITE juga menyampaikan bahwa tidak ada keonaran di medsos yang ada hanyalah trending topic, sehingga ini menunjukan bahwa tidak ada keonaran. Kami menilai putusan tanggal 11 Juli nantinya terdakwa Ratna bisa dibebaskan karena unsur dari keonaran pasal 14 itu, yang mana unsurya menerbitkan keonaran di kalangan rakyat tidak terbukti secara sah di persidangan. Ya kami meyakini itu," ujar Insank Nasruddin selaku kuasa hukum Ratna, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019).

Dikatakan Insank, pada persidangan dengan pembacaan duplik hari ini, tim penasihat hukum sudah menangkal dalil-dalil yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Tapi poin paling mendasar, kita bisa tarik kesimpulan dari perkara ini di persidangan bahwa demonstrasi, konferensi pers, orasi dan sebagainya itu, jelas merupakan tindakan yang sah berdasarkan undang-undang. Sehingga keliru manakala hal itu ditafsirkan adalah sebuah keonaran," ungkapnya.

Insank menilai, kasus Ratna sangat dipaksakan, karena JPU mendakwanya dengan Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang tidak pernah digunakan.

"Oh iya dong. Sangat dipaksakan. Siapa yang pernah didakwa oleh pasal yang didakwakan kepada ibu Ratna? Kan betul-betul luar biasa tindakan ini. Ibu ratna orang yang sudah akan berumur 70 tahun dikenakan oleh pasal yang sangat berat. Pasal itu pun, menurut Andi Hamzah (pakar hukum pidana) bahwa pasal ini pasal basi yang tidak pernah diberlakukan. Kok ibu Ratna, seorang aktivis, apakah karena beliau itu suka melakukan kritikan sehingga ini adalah sebuah dosanya yang harus dia pertanggungjawabkan? Tentunya tidak adil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,"  tutur Insank.

Menyoal apakah akan mengupayakan banding apabila hakim memutuskan Ratna bersalah, Insank belum bisa memastikannya. "Nanti kita lihat. Kami tidak mau menanggapi hal yang masih sangat prematur untuk kami jawab," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com