Tiga Desa di Kabupaten Bekasi Terdampak Kekeringan ‎Sejak 2 Bulan Lalu

Tiga Desa di Kabupaten Bekasi Terdampak Kekeringan ‎Sejak 2 Bulan Lalu
Ilustrasi kekeringan. ( Foto: Antara / Dedhez Anggara )
Mikael Niman / CAH Kamis, 27 Juni 2019 | 13:53 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - ‎Sebanyak tiga desa yakni Desa Ridogalih, Desa Sirnajati, dan Desa Ridomanah di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi yang mulai terdampak kekeringan. Sumber mata air di ketiga ketiga desa tersebut, sudah kering sejak dua bulan lalu. Sejak itu, warga mengambil air dari Kali Cihoe dan bantuan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Bekasi.

"Kekeringan sudah terjadi sejak dua bulan lalu. Warga di tiga desa itu hanya mengandalkan air dari bantuan PDAM dan aliran Kali Cihoe," ujar Satuan Tugas (Satgas) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Andika, Kamis (27/6/2019).

Dia mengatakan, kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Bekasi, kerap terjadi selama musim kemarau. Tak hanya di wilayah Cibarusah, kekeringan juga akan melanda warga yang bermukim di Kecamatan Bojongmangu, Serang Baru, Cikarang Pusat dan beberapa kecamatan lainnya.

Di wilayah Cibarusah, terutama di Desa Ridomanah, merupakan dataran tinggi dengan kondisi tanah berbatu dan tidak mengandung air. "Warga yang membuat sumur, tidak menemukan sumber air karena tanahnya berbatu dan berkapur," tuturnya.

Sehingga warga hanya mengandalkan aliran air Kali Cihoe dan saat musim hujan, warga menampung air hujan.

Saat ini, tidak semua warga di tiga desa di Kecamatan Cibarusah yang memiliki layanan air bersih dari PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi.

"Pemberian ‎bantuan air bersih juga tidak setiap hari. Kami memberikan air bersih sesuai dengan permintaan warga," katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya, menambahkan pihaknya akan memberikan bantuan air bersih selama musim kemarau di seluruh Kabupaten Bekasi, yang dilanda kekeringan.

"Kami jadwalkan untuk memberikan air bersih. Mudah-mudahan kebutuhan air bersih mereka bisa terpenuhi," tuturnya.

Adeng berharap, ada peran swasta, terutama perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi, untuk ikut membantu masyarakat yang kekurangan air bersih. "Peran perusahaan sangat diperlukan untuk membantu menyalurkan air bersih kepada masyarakat," imbuhnya.

‎Sementara itu, Kepala PDAM Tirta Bhagasasi Cabang Cibarusah, Ganjar Munandar‎, mengatakan pendistribusian air bersih kepada warga secara gratis, tidak akan menggangu pelayanan pelanggan PDAM di Cibarusah karena kapasitas produksi air bersih telah ditingkatkan, sejak beberapa waktu lalu. "Produksi air bersih kita, sudah bisa dilakukan 24 jam nonstop," tuturnya



Sumber: BeritaSatu.com