Digugat soal Polusi, Anies Minta Warga DKI Kurangi Naik Kendaraan Pribadi

Digugat soal Polusi, Anies Minta Warga DKI Kurangi Naik Kendaraan Pribadi
Anies Baswedan menjajal moda raya terpadu (MRT). ( Foto: B1/Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FMB Jumat, 5 Juli 2019 | 18:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tidak mempermasalahkan adanya gugatan hukum terkait polusi udara. Menurut Anies, Indonesia adalah negara hukum, sehingga tindakan itu adalah wajar.

“Jadi begini, negara ini adalah negara hukum. Setiap warga negara, setiap badan memiliki hak untuk menempuh jalur hukum atas semua masalah yang dianggap perlu untuk diselesaikan lewat jalur hukum,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Seperti diketahui, beberapa warga yang meminta bantuan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Greenpeace Indonesia, dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta menggugat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hingga Presiden karena kualitas udara Jakarta yang buruk.

Sambil menunggu proses hukum berjalan, Anies Baswedan mengimbau warga Jakarta dan sekitarnya untuk turut menurunkan tingkat polisi udara. Yakni dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

“Saya mengajak semuanya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Mari gunakan kendaraan umum,” ujar Anies Baswedan.

Sebab saat ini, Transjakarta jangkauan layanannya sudah luas dan kualitas layanannya sudah baik. Kemudian, sudah ada kereta cepat seperti Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dan moda transportasi publik lainnya.



Sumber: BeritaSatu.com