DKI Akan Tambah Alat Ukur Kualitas Udara
INDEX

BISNIS-27 536.336 (-9.74)   |   COMPOSITE 6258.57 (-118.4)   |   DBX 1209.79 (-7.56)   |   I-GRADE 185.201 (-3.15)   |   IDX30 531.719 (-11.49)   |   IDX80 142.034 (-2.79)   |   IDXBUMN20 420.424 (-11.55)   |   IDXESGL 146.593 (-2.74)   |   IDXG30 145.132 (-2.95)   |   IDXHIDIV20 467.118 (-8.07)   |   IDXQ30 151.699 (-2.74)   |   IDXSMC-COM 284.118 (-6.96)   |   IDXSMC-LIQ 356.602 (-8.98)   |   IDXV30 142.342 (-4.12)   |   INFOBANK15 1078.54 (-23.31)   |   Investor33 455.425 (-8.95)   |   ISSI 183.228 (-3.1)   |   JII 646.305 (-9.76)   |   JII70 225.666 (-3.53)   |   KOMPAS100 1262.11 (-23.67)   |   LQ45 987.949 (-21.07)   |   MBX 1725.55 (-36.04)   |   MNC36 336.055 (-6.76)   |   PEFINDO25 332.023 (-6.72)   |   SMInfra18 316.891 (-5.9)   |   SRI-KEHATI 389.555 (-8.04)   |  

DKI Akan Tambah Alat Ukur Kualitas Udara

Jumat, 5 Juli 2019 | 20:40 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (5/7/2019), mengatakan telah mempunyai beberapa langkah strategis jangka pendek untuk menurunkan polusi udara.

Langkah pertama, pihaknya akan menambah alat ukur kualitas udara dari 10 titik saat ini menjadi minimal 15 titik.

“Yang keluar dari air visual (alat ukur udara, Red) itu dari Kedutaan Amerika. Jadi kan hanya menggambarkan kualitas udara di sekitar Gambir saja, tetapi belum kualitas udara di seluruh Jakarta. Jadi salah satu langkah yang akan kita kerjakan adalah memiliki alat ukur kualitas udara lebih banyak, sehingga kita bisa menjangkau lebih luas Jakarta,” kata Anies.

Langkah kedua, tahun depan akan dilakukan pengetatan pengendalian emisi kendaraan bermotor. Semua kendaraan bermotor di Jakart harus lulus uji emisi. Bila tidak lolos akan diberikan disinsentif berupa pajak dan parkir yang lebih mahal.

Langkah ketiga, bus-bus yang mengeluarkan asap tebal akan diganti dengan bus baru. Dengan harapan, bus baru tersebut dapat membantu kualitas udara semakin membaik.

"Harapannya nanti kendaraan-kendaraan yang merusak kualitas udara diganti dengan yang baru. Untuk bus berukuran sedang tahun 2019 ini akan diselesaikan,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Terpeleset, Nenek di Bogor Ditemukan Tewas dalam Sumur

Mereka terkejut melihat Rohma berada di dalam sumur sedalam 15 meter itu.

MEGAPOLITAN | 8 Juli 2019

Lebaran Depok Lestarikan Tradisi dan Budaya Betawi

Menurut Mohammad Idris, acara Lebaran Depok dapat menjadi awal berkembangnya budaya lokal Depok yang berasal dari budaya Betawi.

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2019

Bogor Kekeringan, Bupati Antisipasi Gagal Panen

Beberapa kekeringan sebagian besar terjadi di sebelah Timur Kabupaten Bogor, seperti Kecamatan Jonggol, Cariu, dan Sukamakmur.

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2019

Wapres Jusuf Kalla Lepas Jemaah Haji Kloter Pertama

Wakil Presiden Jusuf Kalla melepas jemaah haji Indonesia kloter pertama asal DKI Jakarta di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (7/7/2019).

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2019

BMKG: Siang Ini Sebagian Jakarta Hujan Lokal

Wilayah DKI Jakarta siang ini akan hujan lokal seperti di Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2019

HUT Bhayangkara, TNI-Polri Gelar Olahraga Bersama

Keluarga besar TNI-Polri menggelar olahraga bersama di Kawasan Silang Monas pagi Minggu 7 Juli 2019 dalam rangkaian memperingati HUT Bhayangkara ke-73.

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2019

Panglima TNI, dan Kapolri Ikut Olahraga Bersama

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengikuti acara olahraga bersama masyarakat di Silang Monas, Jakarta.

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2019

Pulau Reklamasi Harus Beri Kontribusi Rakyat, Bukan Jadi Pulau Private

Jika pengembang tidak ditegaskan untuk berkontribusi bagi rakyat, perusahaan bisa tidak peduli.

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2019

Antrean Kendaraan Menuju Puncak Mengular 10 Kilometer

Kasat lantas Polres Bogor AKP M Fadli Amri menyebut arus lalu lintas hari ini cukup naik signifikan dari biasanya.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2019

Macet Parah, Pengendara Diimbau Hindari Jalur Puncak

Antrian kendaraan yang menuju puncak mencapai KM 37 Jagorawi atau kurang lebih 10 kilometer dari Pos Lalu lintas Gadog.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS