Pria yang Ancam Bunuh Presiden Menikah di Rutan

Pria yang Ancam Bunuh Presiden Menikah di Rutan
Tersangka HS melangsungkan ijab kabul di Rutan Polda Metro Jaya. ( Foto: istimewa )
Bayu Marhaenjati / BW Selasa, 9 Juli 2019 | 10:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tersangka Hermawan Susanto alias HS, pria yang mengancam akan membunuh Presiden Joko Widodo, melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya Anita Agustin, di dalam Rutan Polda Metro Jaya.

"Sudah (menikah) 3 Juli yang lalu," ujar Direktur Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya AKBP Barnabas, Selasa (9/7/2019).

Kuasa hukum HS, Sugiyarto Atmowijoyo mengatakan, kliennya melangsungkan ijab kabul sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu (3/7/2019) lalu. Ketika itu, pernikahan HS dengan Anita Agustin hanya dihadiri KUA Kecamatan Kebayoran Baru, orang tua, saudara kandung kedua mempelai, serta anggota Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya.

"Yang terpenting orientasinya bahwa mereka bisa ijab kabul. Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolri, Kapolda, Dirkrimum, Dirtahti, yang telah memberikan fasilitas kepada HS untuk bisa melangsungkan ijab kabul di tahanan," ungkap Sugiyarto.

Sugiyarto menuturkan, setelah melangsungkan ijab kabul HS kemudian kembali ke ruang tahanan, sementara istrinya pulang ke rumah.

"Pada akhirnya, kita mendoakan HS ke depan bisa menjadi keluarga samawa, karena bagaimana pun juga ada kemungkinan kan HS tidak selamanya ditahan. Apalagi kalau menurut hemat kami sebagai kuasa hukum apa yang dituduhkan di Pasal 104, Pasal 107 dan Pasal 87 KUHP itu tidak memenuhi unsur sebagaimana yang dituduhkan tentang makar," katanya.

Sebelumnya diketahui, jagat maya dihebohkan dengan beredarnya rekaman video berisi, seorang pria yang mengancam akan membunuh Presiden Joko Widodo. Pria berjaket warna coklat yang belakangan diketahui bernama Hermawan Susanto, itu menyampaikan ancaman ketika mengikuti sebuah aksi unjuk rasa, di Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019) lalu.

Polisi kemudian, menangkap Hermawan di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 08.00 WIB, Minggu (12/5/2019) pagi. Polisi pun sudah melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan.



Sumber: BeritaSatu.com