Usul ke Anies, BPTJ Menilai Ganjil-Genap 15 Jam Efektif Atasi Kemacetan

Usul ke Anies, BPTJ Menilai Ganjil-Genap 15 Jam Efektif Atasi Kemacetan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang kebijakan perluasan ganjil-genap selama Asian Games dan Asian Para Games 2018 hingga 31 Desember 2018. ( Foto: Beritasatu TV )
Oktaviana Maria / ANA Kamis, 11 Juli 2019 | 18:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Bagian Humas Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Budi Rahardjo mengatakan usulan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menerapkan kembali sistem ganjil-genap seperti saat Asian Games 2018 dikarenakan kinerja lalu lintas menurun. Saat ini kinerja lalu lintas menurun hingga 17 persen dibanding pada 2018.

Menurut Budi, ganjil-genap pada saat Asian Games 2018 dinilai efektif mengurai kemacetan dibandingkan dengan saat ini. Untuk itu, BPTJ mendorong pemerintah DKI Jakarta mempertimbangkan penerapan kembali ganjil-genap seperti saat perhelatan Asian Games 2018 mulai pukul 08.00-21.00 WIB atau selama 15 jam.

"Surat rekomendasi dari BPTJ kepada bapak gubernur DKI untuk mempertimbangkan kembali implementasi ganjil-genap seperti pada Asian Games. Kenapa demikian? Karena kinerja lalu lintas kita sekarang menurun di Jakarta sampai 17 persen dibanding pada waktu Asian Games" ujar Budi, Jakarta, Kamis (11/7/2019).

"Pada waktu Asian Games memang terbukti ganjil-genap itu efektif mengurai kemacetan lalu lintas. Jadi kita mendorong agar itu diberlakukan kembali sebelum ada kebijakan lain yang lebih pas" ungkap Budi.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan pemberlakuan ganjil-genap saat Asian Games 2018 membuat peningkatan kinerja lalu lintas. Tercatat kecepatan kendaraan meningkat menjadi 37 kilometer per jam dari sebelumnya 25 kilometer per jam.

"Kalau bicara 2018, kinerja lalu lintas kita meningkat tapi pada waktu Asian Games. Itu kita mencatat kecepatan rata-rata sebelum Asian Games hanya 25 kilometer per jam. Namun, ketika berlakukan ganjil genap kecepatan meningkat menjadi 37 kilometer per jam" kata Budi.

Sementara di 2019 mengalami penurunan. Dari 37 kilometer per jam menurun menjadi 30 kilometer per jam.

"Di 2019, kinerja lalu lintas menurun. Kecepatan rata-rata menurun dari semula Asian Games 37 kilometer per jam. Pada awal bulan Februari kemarin, hanya 30 kilometer per jam" jelas Budi.

Lihat Video:



Sumber: BeritaSatu TV