Bestari Yakini DPRD Tidak Tolak Cawagub DKI

Bestari Yakini DPRD Tidak Tolak Cawagub DKI
Bestari Barus. ( Foto: Antara )
Erwin C Sihombing / YUD Jumat, 12 Juli 2019 | 20:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Pansus Pemilihan Wagub DKI Jakarta Bestari Barus meyakini DPRD DKI tidak akan menolak cawagub yang disodorkan dari PKS yakni, Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Dia membenarkan tidak ada payung hukum yang memberi ruang DPRD untuk menolak kandidat sehingga memungkinkan adanya sosok alternatif untuk dipilih.

"Saya yakinkan DPRD tidak akan menolak. Tidak mungkin (menolak). Karena kita tidak ada payung hukumnya," kata Bestari, di Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Proses pemilihan Wagub DKI masih berjalan karena sekarang ini DPRD masih membahas draf tata tertib (tatib) pemilihan. Sebelum menuju proses tersebut terdapat suara-suara yang menyebutkan adanya kemungkinan dua kandidat dari PKS bakal ditolak.

Situasi tersebut membuat Mendagri Tjahjo Kumolo kembali mengingatkan bahwa DPRD tidak bisa menolak cawagub karena tugasnya adalah melakukan pemilihan. Politisi PDI-P itu juga mengingatkan mekanisme pemilihan yang termaktub dalam Pasal 24 PP 12 tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan tatib DPRD.

Pengesahan tatib pemilihan Wagub DKI masih menunggu hasil rapat pimpinan gabungan (rapimgab). Salah satu pembahasan yang belum menemui titik temu adalah mengenai syarat kuorum. Ada fraksi yang menghendaki kuorum adalah dihadiri 3/4 dari 106 total jumlah anggota DPRD DKI. Sedangkan fraksi lain menghendaki 50+1 dari seluruh total anggota dewan.

Sementara menurut Menteri Tjahjo, jika sidang paripurna DPRD belum memenuhi kuorum sesuai ketentuan maka penundaan dapat dilakukan maksimal dua kali. Jika sidang tetap tidak kuorum maka pemilihan diserahkan kepada Ketua DPRD bersama pimpinan fraksi untuk melakukan pemilihan secara musyawarah atau mengadakan voting.

Bestari menuturkan pihaknya mengikuti ketentuan pemilihan dari Mendagri. Artinya tidak mungkin menolak kandidat lantaran tidak ada ruang untuk itu, "Karena memang aturannya seperti itu," tuturnya.

Sekalipun begitu, Bestari menyatakan, terbuka terjadinya dinamika yang menunjukan adanya sikap penolakan dari fraksi di dewan. Hal itu sebaiknya segera disikapi oleh Fraksi Gerindra-PKS selaku pengusung kandidat untuk mengadakan komunikasi yang intens dengan fraksi-fraksi di dewan.

"Kalau mengenai sikap, misalnya mereka tidak mau hadir sehingga sidang tidak kuorum itu beda lagi. Tetapi secara aturan DPRD tidak akan menolak kandidat," kata Bestari.



Sumber: Suara Pembaruan