Menikmati Gerhana Bulan Sebagian

Menikmati Gerhana Bulan Sebagian
Gerhana bulan sebagian. ( Foto: Antara )
/ AB Rabu, 17 Juli 2019 | 07:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah dinginnya malam Jakarta, Selasa (16/7) malam, anak-anak muda terlihat berkumpul di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), bercengkerama asyik, sembari sesekali melirik arloji seperti menunggu sesuatu.

Kebetulan, cuaca malam itu cerah. Sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), daerah Jakarta bakal cerah berawan sepanjang hari.

Tepat pukul 21.00 WIB, tanpa dikomando, mereka bergegas menuju Planetarium dan Observatorium Jakarta, masih dalam satu kawasan TIM. Rupanya, akan ada pertunjukan di objek wisata edukasi itu.

Planetarium dan Observatorium Jakarta dibangun pada tahun 1964 oleh Presiden Soekarno, kemudian diserahkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 1969 untuk dikelola.

Pengunjung pun segera mengantre untuk mendaftar sebelum bisa menikmati indahnya bulan melalui teleskop yang telah disediakan. Tak perlu membayar, cukup menulis nama, asal, dan nomor telepon.

"Mau nonton gerhana (bulan). Pakai teleskop, jarang-jarang kan," kata Winda, pengunjung asal Cikarang yang datang bersama dua kawannya.

Demi bisa menyaksikan gerhana bulan secara langsung, mereka bertiga berangkat dari Cikarang bakda maghrib dengan moda kereta rel listrik (KRL).

Tak mau ketinggalan, gadis yang baru lulus sekolah itu berniat menunggu hingga gerhana bulan sebagian berakhir pada Rabu (17/7) pagi.

Awal gerhana bulan sebagian diperkirakan dimulai pada Rabu, pukul 01.43 WIB hingga pukul 06.00 WIB, karena setelah itu bulan terbenam, berganti terbitnya matahari.

Sembari menunggu gerhana bulan, pengunjung bisa melihat keindahan bulan melalui teleskop, serta beberapa planet, seperti Saturnus dan Jupiter.



Sumber: ANTARA