Pengerjaan BORR Seksi IIIA Meleset di Bawah 5 Persen

Pengerjaan BORR Seksi IIIA Meleset di Bawah 5 Persen
Lalu lintas di lokasi ambruknya tiang penyangga kolom 109 BORR, Jalan Soleh Iskandar, Tanahsareal, Kota Bogor, Jumat (12/7/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale )
Vento Saudale / JAS Rabu, 17 Juli 2019 | 13:20 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Dampak dari terhentinya pengerjaan seksi IIIA tol lingkar luar atau Bogor Outer Ring Road (BOOR) selama beberapa hari. PT Marga Sarana Jabar (MSJ) selaku operator BORR mengaku pengerjaan tol seksi IIIA meleset.

Dirut PT Marga Sarana Jabar (MSJ) Hendro Atmodjo, Rabu (17/6/2019) menuturkan, sambil menunggu penggantian personel, PT PP berkewajiban melakukan pembongkaran balok penyangga.

“Atas kejadian itu, progress pembangunan tol BORR seksi IIIA meleset sekitar 3 hingga 4 persen dan target yang seharusnya mencapai 35 persen,” katanya.

Sesuai rekomendasi dari Komite Keselamatan Konstruksi, PT PP harus memperkuat sokongan dari tiang tol BORR. Semua pengerjaan harus sesuai dengan rekomendasi dari Kempupera. Jika memang sudah dinyatakan layak, pembangunan dapat dilanjutkan.

Mengenai taksiran kerugian, Hendro menyebut, diperkirakan mencapai Rp 1 miliar. Itu belum termasuk penggantian dana sosial akibat sistem buka-tutup Jalan Soleh Iskadar yang terkena dampak.

“Secara fisik ya kira-kira Rp 1 miliar. Dana sosial belum dihitung. Kita pikir omzet beberapa usaha di sekitar lokasi terdampak menurun. Bila masih ada yang merasa rugi silakan melapor, namun ini kan musibah tidak semuanya kami tanggung,” paparnya.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kempupera Syarif Burhanudin menyebut ada delapan rekomendasi yang diminta Komite Keselamatan. Hasil kajian menyimpulkan insiden yang terjadi pada Rabu (10/7/2019) tersebut terjadi karena lemahnya pengendalian atau pengawasan desain dan konstruksi.



Sumber: BeritaSatu.com