20 Faskes Rujukan di Jakut Terapkan Sistem Sidik Jari

20 Faskes Rujukan di Jakut Terapkan Sistem Sidik Jari
Peserta JKN-KIS menggunakan sistem sidik jari atau finger print di salah satu rumah sakit di Jakarta Utara. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Carlos Roy Fajarta / FER Jumat, 19 Juli 2019 | 15:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 20 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) di wilayah Jakarta Utara (Jakut) sudah menerapkan sistem sidik jari atau finger print untuk mempermudah pelayanan kepada peserta JKN-KIS.

Kepala Kantor Cabang BPJS Kesehatan Jakarta Utara, Elisa Adam menjelaskan, sistem finger print sudah dilakukan sejak April 2019. Dimana 20 dari 23 rumah sakit negeri dan swasta di Jakarta Utara yang melayani BPJS Kesehatan itu, sistem finger print sudah diterapkan pada empat poli.

"Ada empat poli yang sudah diterapkan sistem fingerprint di rumah sakit, yakni poli jantung, mata, rehab medik, dan hemodialisis (cuci darah). Di Agustus nanti, rawat inap juga akan menggunakan sistem ini," ujar Elisa, di Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Ada tiga rumah sakit di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu yang masih belum menerapkan sistem finger print yakni RSUD Koja, RSPI Sulianto Suroso, dan RSUD Kepulauan Seribu.

Meski ketiga rumah sakit yang melayani BPJS Kesehatan itu sudah menyetujui penerapan sistem finger print, implementasinya belum dilakukan karena pengadaan sistem finger print di ketiga rumah sakit itu masih dalam proses.

"Sementara masih dalam tahap pengadaan, belum ada alatnya. Untuk di RSUD Koja sudah alatnya, tinggal mempersiapkan teknis operasionalnya saja yakni aplikasi penghubung yang mengintegrasikan mesin antrian tiket dengan sistem BPJS Kesehatan," kata Elisa.

Elisa menjelaskan, penerapan sistem finger print ini untuk mempermudah sistem administrasi termasuk mengurangi fotokopi dokumen yang biasa dilakukan saat administrasi sehingga lebih praktis dan dapat memberikan layanan yang cepat kepada pasien.

"Dalam era teknologi informasi saat ini kami terus mengupayakan inovasi digital untuk mempermudah pelayanan kepada peserta JKN-KIS dengan kerja sama erat bersama pihak Rumah Sakit serta stakeholder terkait," tandas Elisa.



Sumber: Suara Pembaruan