Sampah Kondom Hingga Diaper Penuhi Saluran Air di Mega Kuningan

Sampah Kondom Hingga Diaper Penuhi Saluran Air di Mega Kuningan
Ilustrasi pembersihan saluran air. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / JAS Jumat, 19 Juli 2019 | 16:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama PD Pengolahan Air Limbah (PAL) Jaya, Subekti membenarkan terdapat banyak sampah di saluran air Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Tak tanggung-tanggung, sampahnya sampai 10 karung.

“Iya sumbernya dari situ. Mulai Mega Kuningan sana. Sampah-sampah itu yang 10 karung memang bermacam-macam. Ada celana dalam, baju, pampers (diaper) termasuk kondom. Kalau kondom sih banyak sekali. Iya nih banyak kondom. Ada juga kabel panjangnya 35 meter,” kata Subekti ketika dihubungi wartawan, Jumat (19/7/2019).

Berbagai jenis sampah tersebut ditemukan ketika PD PAL Jaya menemukan luapan air limbah di saluran air sekitar Kedutaan Besar Tiongkok. Setelah ditelusuri, penyebab meluapnya air limbah karena tersumbat berbagai jenis sampah tersebut.

Ia memperkirakan berbagai jenis sampah yang menyumbat saluran air tersebut berasal dari perkantoran, apartemen, dan hotel di kawasan Mega Kuningan yang terbawa aliran air hingga ke Kedutaan Besar Tiongkok.

“Sampah-sampai itu dibuang ke toilet. Jadi terbawa oleh aliran air. Akibatnya menyumbat gorong-gorong. Sehingga terjadi luapan air limbah,” ujar Subekti.

Saking banyaknya sampah limbah tersebut, Subekti mengungkapkan petugas sempat kesulitan melakukan pembersihan air limbah. Apalagi, sambungnya, ada banyak kabel juga yang ditemukan di gorong-gorong tersebut.

"Ini sejak tanggal 2 Juli 2019, mata bor kita patah tujuh kali. Karena harus membersihkan 10 meter di bawah tanah. Sehingga harus pakai alat. Bayangkan ambil di luar saja susah, ini masuk gorong-gorong bagaimana di dalamnya," terang Subekti.

Agar peristiwa ini tidak terulang kembali, Subekti mengimbau masyarakat yang bermukim dan bekerja di kawasan Mega Kuningan dan sekitarnya lebih peduli terhadap lingkungan. Ia meminta masyarakat tidak membuang sampah di lubang toilet, melainkan di tempat sampah.

"Kemarin pengelola-pengelola gedung tinggi kita kumpulkan. Saya minta mereka untuk menyadarkan para tenant mereka, jangan sampai buang sampah di toilet, di-flush, karena susah tersaringnya," tukas Subekti.