Tekan Polusi, Pemprov DKI Remajakan Angkutan Umum

Tekan Polusi, Pemprov DKI Remajakan Angkutan Umum
Ilustrasi bus Damri. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / WBP Sabtu, 20 Juli 2019 | 13:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Melihat 75 persen polusi udara disebabkan transportasi publik, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melakukan peremajaan angkutan umum.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan pihaknya akan mengajak lima operator bus sedang untuk bersinergi dalam mengoptimalisasikan perejamaan angkutan umum di Jakarta. Saat ini, pihaknya sedang memproses perjanjian kerja sama dengan lima operator bus sedang itu. Diharapkan dalam waktu dekat dapat direalisasikan. “Kami upayakan ada percepatan bulan ini agar mereka mulai mengadakan kontrak dengan PT Transjakarta," kata Syafrin Liputo, Sabtu (20/7/2019).

Bersama dengan Organda dan PT Transportasi Jakarta, (Transjakarta), pihaknya sedang melakukan akselerasi penandatanganan kontrak atau Perjanjian Kerja Sama (PKS). "Setelah PKS disepakati, peremajaan angkutan umum dmulai. Kami memperkirakan proses pengadaan armada baru tiga sampai empat bulan ke depan," ujar Syafrin Liputo.

Ia menargetkan akan ada 460 bus dari lima operator bus sedang yang bisa segera diremajakan. Diharapkan, tahun ini sudah ada operasional bus sedang dalma rangka perbaikan kualitas layanannya. Sehingga tidak ada lagi bus tua yang kerap menimbulkan polutan tinggi. "Kami tidak ingin ada lagi bus-bus yang menimbulkan polutan tinggi di Jakarta," tutur Syafrin Liputo.

Upaya lain yang dilakukan Dishub DKI untuk meningkatkan kualitas udara di Jakarta dengan membuat kanalisasi atau jalur khusus sepeda motor. Kanalisasi sepeda motor ini merupakan bagian dari eco driving yang bertujuan menghemat bahan bakar dan menekan polutan dari emisi yang terbuang.

"Sistem kanalisasi dapat membuat kecepatan sepeda motor itu akan konstan, sehingga polisi udara yang biasa ditimbulkan dengan kecepatan tinggi dan ketidakaturan tertib lalu lintas bisa diminimalisir," tandas Syafrin Liputo.

Selain itu, Dishub DKI juga telah melakukan pembatasan kendaraan bermotor dengan sistem nomor polisi ganjil-genap yang diperluas area penerapannya dan diperpanjang waktunya. Kebijakan pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil-genap diperpanjang pada 2019. Perpanjangan ini mulai berlaku pada 2 Januari 2019.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menetapkan pemberlakuan aturan ganjil-genap itu melalui Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap pada Senin (31/12/2018). Dengan pergub tersebut, ganjil-genap tetap berlaku di Jalan Medan Merdeka Barat, MH Thamrin, Sudirman, Gatot Subroto, sebagian Jalan Jenderal S Parman dari ujung simpang Jalan Tomang Raya sampai Simpang KS Tubun. Selanjutnya, Jalan MT Haryono, HR Rasuna Said, DI Panjaitan, dan Jalan Ahmad Yani. Sistem ganjil-genap berlaku Senin-Jumat, mulai pukul 06.00-10.00 dan pukul 16.00-20.00. Aturan ini tidak berlaku pada Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.

Kemudian melakukan redesign Jalan MH Thamrin dan Jend Sudirman sehingga semakin lebar tanpa adanya jalur lambat. Dengan demikian, orang semakin banyak yang berjalan kaki dengan aman dan nyaman.

Selanjutnya, menerapkan program Jaklingko yang merangkul angkutan umum dalam manajemen Dishub DKI sehingga tidak ngetem sembarangan karena sudah mengacu pada sistem rupiah per kilometer. Program ini membuka rute-rute baru untuk area layanan Transjakarta.

Adapun PT TransJakarta menargetkan penambahan armada dari 2.100 unit menjadi 3.558 unit pada 2019. Jumlah rute juga ditambah yang pada 2018 mencapai 163 rute menjadi 236 rute, sedangkan total pelanggan pun ditargetkan meningkat dari 189,7 juta menjadi 231,8 juta pelanggan. Peningkatan yang paling signifikan terdapat di moda Jak Lingko yang ditargetkan memiliki 1.441 unit, 63 rute, dan 11 operator.

Dishub juga menugaskan PT Transjakarta untuk berintegrasi dengan angkutan perkotaan dan mewadahi program JakLingko. Seperti terintegrasi dengan MRT Jakarta, LRT Jakarta dan Commuter Line.



Sumber: BeritaSatu.com