Oknum Pegawai Rutan Cipinang Tertangkap Tangan Bawa Sabu

Oknum Pegawai Rutan Cipinang Tertangkap Tangan Bawa Sabu
Ilustrasi sabu-sabu (ant)
Bayu Marhaenjati / WBP Senin, 29 Juli 2019 | 11:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -SA, oknum pegawai bagian administrasi Rumah Tahanan (rutan) Kelas I Cipinang, tertangkap tangan membawa narkotika jenis sabu-sabu, ketika akan masuk ke dalam rutan. Setelah pemeriksaan urine, yang bersangkutan juga positif mengkonsumsi amfetamin dan metamfetamin.

Kepala Rumah Tahanan Kelas I Cipinang Oga G Darmawan, membenarkan peristiwa oknum pegawai tertangkap tangan membawa sabu-sabu itu. "Ya, saya yang tangkap sendiri tadi malam," ujar Oga G Darmawan, kepada Beritasatu.com, Senin (29/7/2019).

Oga G Darmawan menjelaskan, kronologi kasus ini bermula ketika dirinya bersama kepala keamanan rutan membantu melakukan penjagaan, Minggu (28/7/2019) malam. Sebab, kalau hari libur hanya petugas jaga saja yang berdinas.

"Ketika itu, saya berada di pintu utama mendapatkan seorang pegawai, itu staf admin, dia tidak berdinas. Kan dinasnya itu Senin sampai Jumat, pukul 07.30 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB, tetapi ini dia masuk pada Minggu malam, jam 10 (22.00) malam, dengan membawa bungkusan," ungkap Oga G Darmawan.

Lantaran curiga, Oga kemudian meminta petugas pengamanan pintu utama memasukkan barang bawaan itu ke dalam alat X-Ray. Selanjutnya, dilakukan penggeledahan badan. "Saat di X-Ray, petugas melihat di dalam bungkus susu bubuk itu ada plastik besar. Kemudian, susu itu saya suruh letakkan di meja, saya suruh saksikan, dia suruh buka. Tapi dia tidak mau membuka. Sempat terjadi cekcok sedikit saat itu," kata Oga G Darmawan.

Sejurus kemudian, Oga memerintahkan petugas untuk mengunci semua pintu. Lalu, meminta agar bungkusan susu itu dibuka dan dipindahkan ke kaleng. Namun, SA menolak dengan berbagai alasan. "Alasan dia tidak manusiawi susu kemasan, makanan kenapa kok dibuka, sedangkan masih tersegel. Karena itu, saya minta pindahkan saja ke toples, nanti kalau memang tidak ada apa-apa toplesnya bisa dibawa," jelas Oga G Darmawan.

Menurut Oga, begitu kemasan susu dibuka muncul plastik berisi bubuk kristal putih diduga sabu-sabu. "Kemudian saya suruh ambil dengan tangan dia, dibuka, saya baru bilang "apa ini?" Setelah itu baru dia mengaku kalau barang itu diduga sabu-sabu," kata Oga G Darmawan.

Oga melanjutkan, petugas kemudian melakukan cek urine dan hasilnya SA positif mengkonsumsi narkotika. "Saya tes urine yang bersangkutan positif dua yaitu, amfetamin dan metamfetamin. Setelah itu saya lakukan berita acara pemeriksaan, barang bukti saya foto semua, saya rekam juga melalui video," teran Oga G Darmawan.

Oga melanjutkan, sekitar pukul 02.30 WIB, dirinya menghubungi Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Timur untuk menyerahkan SA dan melakukan pendalaman. "Kasus ditangani Polres, tetapi kami tetap bekerja sama karena saya mau tahu juga barang itu akan diedarkan kemana supaya kita tahu. Karena dalam jumlah yang cukup besar, tidak sedikit. (Barang bukti) Lebih dari 25 gram," tandas Oga G Darmawan.



Sumber: BeritaSatu.com