Hari Pertama, 220 Orang Pilih Tipe Unit Rumah DP Nol Rupiah

Hari Pertama, 220 Orang Pilih Tipe Unit Rumah DP Nol Rupiah
Pembangunan rumah susun DP nol rupiah. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / WBP Senin, 29 Juli 2019 | 11:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Proses pengajuan permohonan kredit dan pemilihan unit program rumah uang muka (down payment/DP) nol rupiah telah dimulai pada Sabtu (27/7/2019). Pada hari pertama, ada 220 pendaftar yang lolos verifikasi persyaratan administrasi hadir memenuhi undangan. Mereka langsung mengajukan formulir permohonan KPR rumah DP Nnol rupiah di lokasi Rusunami Klapa Village, Jakarta Timur. Seperti diketahui, skema DP 0 rupiah memungkinkan warga membeli rumah tanpa uang muka.

Kepala Unit Fasilitasi Pemilikan Rumah Sejahtera Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Dzikran Kurniawan mengatakan pendaftaran yang dibuka pukul 08.00 WIB berjalan dengan lancar. “Proses pendaftaran, pencocokkan identitas dan pengisian form berlangsung tertib lancar. Warga tidak perlu mengantre dan menunggu lama, hanya dalam 20-30 menit semua proses selesai,” kata Dzikran Kurniawan, Senin (29/7/2019).

Dijelaskannya, warga dilayani tim dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Pemerintah Provinsi DKI, Perumda Pembangunan Sarana Jaya dan Bank DKI.

Antusiasme warga rupanya cukup tinggi, dari daftar hadir di lokasi ada terdapat 233 orang. Hal itu dikarenakan beberapa warga yang tidak termasuk dalam daftar undangan, tertarik mendaftar. "Mereka tetap dilayani dengan baik, diberikan informasi tentang program ini, kami catat nama dan data kontaknya, untuk nanti akan dikabari jika ada pendaftaran baru,” ujar Dzikran Kurniawan.

Salah satu warga yang turut hadir dalam proses pengurusan KPR dan pemillihan unit rumah, Bonang mengatakan program rumah DP nol rupiah memiliki banyak manfaat. Terutama, ia tidak lagi menyiapkan DP yang nilainya cukup tinggi, sampai Rp 30 juta. “Ini kan enggak pakai DP. Jadi agak ringan. Sebelumnya, saya nggak kepikiran punya rumah di Jakarta, karena kalau punya rumah pasti minggir, kalau di Jakarta kan harganya tidak kebeli,” ujar Bonang, seorang pekerja hotel yang saat ini mengontrak di Tanah Merah, Jakarta Utara.

Menurut Bonang, program ini sangat membantu sekali. “Penghasilan pas-pasan, tapi ada rumah di Jakarta. Siapa yang nggak pengen,” ujar Bonang.

Sedangkan Aris Handoko, karyawan swasta yang tinggal di Jakarta Timur, menuturkan, program ini bisa membantu punya rumah di Jakarta. “Setelah saya menikah, saya pindah dari orangtua, tahu sendiri kan kontrak itu rumahnya kecil-kecil. Saya ingin lebih baik dari pada ngontrak. Kebetulan ada program ini,” ujar Aris yang datang dengan istri dan anaknya.

Seperti diberitakan, program Samawa rumah DP 0 rupiah adalah program fasilitasi pembiayaan oleh Pemerintah Provinsi DKI untuk mengatasi masalah kepemilikan rumah. Melalui program ini, pemprov menyediakan fasilitas pembiayaan kepemilikan dengan skema DP 0 rupiah. Dengan pemenuhan kebutuhan skema kepemilikan ringan untuk warga DKI Jakarta untuk bisa memiliki tempat tinggal yang layak, diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur 104/2018, yang memuat persyaratan untuk calon masyarakat yang hendak membeli.

Pada pendaftaran November 2018 lalu, telah mendaftar sebanyak 2.359 orang. Setelah melalui proses seleksi dan verifikasi dokumen oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terdapat 1.790 orang yang memenuhi kriteria, untuk tahap selanjutnya. Pendaftar yang diundang karena telah lolos seleksi dan verifikasi, memiliki waktu selama 10 hari dari Sabtu 27 Juli 2019 hingga Minggu, 4 Agustus 2019, untuk memilih unit yang diminati dan melakukan proses pengajuan permohonan kredit program DP 0 rupiah ke Bank DKI.



Sumber: BeritaSatu.com