DKI Targetkan Pengguna Angkutan Umum Capai 30%

DKI Targetkan Pengguna Angkutan Umum Capai 30%
Armada Jak Lingko. ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FER Selasa, 30 Juli 2019 | 18:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menargetkan pada tahun 2022, moda share angkutan umum di Jakarta sudah mencapai 30 persen. Saat ini, moda share angkutan umum baru mencapai sekitar 23 persen.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan moda share angkutan umum di tahun 1998 cukup tinggi, yakni sekitar 49 persen. Namun seiring perkembangan zaman, moda share angkutan umum di Jakarta dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Hingga saat ini mencapai 23 persen saja.

"Dapat disimpulkan sementara, bahwa tahun ini, banyak penduduk Jakarta yang menggunakan kendaraan pribadi seiring dengan waktu,” kata Anies Baswedan di kawasan Kemayoran, Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Dengan kondisi seperti ini, lanjut Anies Baswedan, Pemprov DKI mempunyai pekerjaan rumah untuk meningkatkan moda share angkutan umum. Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan sistem jaringan JakLingko. Yakni dengan menggandeng armada bus kecil dan sedang menjadi feeder (penghubung) ke halte Transjakarta dan menjangkau pemukiman warga.

"Pengembangan sistem JakLingko harus disusun secara rasional dan kolektif. Karena itu, saya harapkan bisa kerja sama dengan Organda DKI,” ujar Anies Baswedan.

Ditegaskannya, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen dalam mengembangkan sistem transportasi dengan cara membesarkan bisnis skala kecil menengah menjadi besar, bukan dengan cara mengecilkan usaha yang telah besar. Sebab itu, diharapkan adanya musyawarah antar organisasi pengelola moda transportasi massal di Jakarta dapat sejalan dengan kepentingan publik dalam menghadirkan sistem terintegrasi melalui wadah Jak Lingko.

"Kalau itu kita bisa lakukan di seluruh Jakarta, saya yakin kita akan bisa melayani lebih dari 95 persen wilayah di DKI Jakarta. Ini perlu kerja bersama. Jadi, saya berharap dengan Organda, kita terus kerja bersama ini,” terang Anies Baswedan.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan angkutan umum harus bisa menjadi primadona transportasi bagi warga Jakarta dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

"Saat ini moda share angkutan umum di Jakarta itu hanya 22-23 persen. Ini kita targetkan di tahun 2022, bisa mencapai 30 persen. Oleh sebab itu, harus dilakukan integrasi menyeluruh. Baik terkait integrasi fisik, maupun integrasi sistem pembayaran. Tapi yang paling penting pelayanan atau pola operasionalnya harus diintegrasikan,” terang Syafrin Liputo.

Agar target itu dapat tercapai, Dinas Perhubungan DKI melakukan integrasi secara menyeluruh dengan mengintegrasikan transportasi publik dalam JakLingko. Akselerasi perlu dilakukan agar JakLingko bisa dipercepat pengembangannya baik dalam jumlah armada maupun rute yang dilayani.

Program percepatan pengembangan JakLingko, lanjut Syafrin Liputo, diantaranya akan berkoordinasi dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Supaya seluruh layanan angkutan umum yang ada, baik bus kecil, sedang maupun besar terintegrasi dalam satu layanan JakLingko.

"Lalu, polanya akan diubah. Kalau selama ini layanannya adalah kejar setoran, sopir ugal-ugalan, maka dengan JakLinglo, semua angkutan umum harus memenuhi standar pelayanan minimum yang telah ditetapkan Gubernur,” terang Syafrin Liputo.



Sumber: BeritaSatu.com