GWRF Jadi Ajang Temu Penulis dan Pembaca

GWRF Jadi Ajang Temu Penulis dan Pembaca
GWRF 2019 yang diselenggarakan pada 2 – 4 Agustus 2019 di Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jl. Medan Merdeka Selatan, No. 11, Jakarta Pusat. ( Foto: Beritasatu.com/Chairul Fikri )
Chairul Fikri / CAH Jumat, 2 Agustus 2019 | 21:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagai negara besar yang ada di dunia, Indonesia memiliki suku, budaya dan juga bahasa yang beragam. Guna menjaga persatuan dalam keberagaman, diperlukan tingkat literasi yang baik. Dalam upaya mendukung tujuan tersebut, Gramedia kembali bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional untuk mengadakan Gramedia Writers and Readers Forum (GWRF) 2019 yang diselenggarakan pada 2 – 4 Agustus 2019 di Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jl. Medan Merdeka Selatan, No. 11, Jakarta Pusat.

Acara ini merupakan forum bertemu, berinteraksi, diskusi dan sharing antara penulis dan pembaca. Pada penyelenggaraan yang kedua ini, GWRF 2019 mengusung tema "Literacy in Diversity", sebagai simbol atas keberagaman di dalam dunia literasi. Seperti halnya kemajemukan di Indonesia, literasi juga tertuang pada banyak hal. 

"Rentang usia, wilayah, dan latarbelakang, mampu memberikan inspirasi berbeda dalam dunia literasi. Di acara GWRF 2019, penulis, pemateri, dan tema tiap kelas yang dihadirkan akan beragam. Selain kelas talkshow dan workshop, GWRF 2019 akan menghadirkan Editor’s Clinic, Film Review, bazaar buku, musik, dan Awarding Gramedia Short Film Festival, dimana akan dihadirkan sebanyak 45 penulis buku dan pemateri profesional akan berbagi pengalaman serta praktik nyata dunia keliterasian dalam balutan tema yang berbeda," ungkap Yosef  Adityo selaku Corporate Secretary Gramedia dalam jumpa pers di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2019),

Hal spesial lainnya dari GWRF 2019 ini adalah terdapat acara awarding untuk pemenang Gramedia Short Film Festival (GSFF) 2019 yang pertama kali pada Sabtu, 3 Agustus. GSFF adalah kompetisi film pendek yang inspirasinya bersumber pada buku puisi karya penulis terkenal seperti Sapardi Djoko Damono, Maman Suherman, dan Rachel Amanda feat Keshia Deisra. Terdapat kurang lebih 600 peserta dari seluruh Indonesia yang mengikuti kompetisi ini.

Ditambahkan Yosef, untuk penyelenggaraan GWRF 2019 pihaknya telah menyiapkan 2.800 kursi untuk berbagai kelas atau forum diskusi dengan 45 penulis di dalamnya.

"Jujur animo untuk tahun ini sangat luar biasa. Seperti kelas yang dibuka hari Sabtu dan Minggu kami siapkan ada 2800 kursi, sampai saat ini yang mendaftar sudah 2560. Sisanya nanti on the spot. Tahun lalu kami ingin lebih banyak mengeksplorasi ide. Sehingga dari sisi penulisnya pun ada yang kami tutup acaranya. Tahun ini mengusung tema 'Diversity', kita coba lebih luas lagi," tandasnya.

Dalam penyelenggaraan GWRF 2019 ini sederet nama tokoh dan penulis ternama seperti Fiersa Besari, Ayu & Ditto, Aan Mansyur, Sapardi Djoko Damono, Rintik Sedu, A.Fuadi, Budiman Sudjatmiko, Maman Suherman, Naela Ali, Ayu Utami, dan lainnya.



Sumber: BeritaSatu.com