Dishub Targetkan Peremajaan 10.000 Angkutan Umum Dimulai November

Dishub Targetkan Peremajaan 10.000 Angkutan Umum Dimulai November
Angkutan umum Mikrolet, Jakarta. ( Foto: Antara / Aprilio Akbar )
Lenny Tristia Tambun / FMB Sabtu, 3 Agustus 2019 | 14:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta kedapatan tugas untuk meremajakan sebanyak 10.047 angkutan umum pada tahun 2020.

Diharapkan, peremajaan angkutan umum secara bertahap sudah dapat dimulai pada November tahun ini dan selesai pada akhir tahun 2020.

Kepala Dinas Perhubungan DKI, Syafrin Liputo menyatakan optimistis dapat mencapai target yang diberikan dalam Ingub tersebut. “Itu target kita, sebanyak 10.047 bus yang terdiri dari bus kecil (angkot), bus sedang dan besar. Bukan optimistis lagi, tetapi memang sudah tugas saya yang harus diselesaikan,” kata Syafrin Liputo, Sabtu (3/8/2019).

Peremajaan angkutan umum ini akan segera direalisasikan melalui program JakLingko yang saat ini sudah berjalan. Hingga saat ini, sudah ada 1.141 angkot atau bus kecil yang sudah bergabung dengan program Jaklingko dan terintegrasi dengan manajemen PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

“Jadi untuk operator bus sedang, kita sudah buatkan alokasi bus yang akan diremajakan. Seperti untuk metromini kita alokasikan 100 unit, kopaja diberikan 150 unit, sedangkan operator bus lainnya seperti Koantas Bima, Kopami dan lainnya kita alokasikan antara 30-35 unit,” terang Syafrin Liputo.

Ia mengharapkan yang sudah mendapatkan alokasi peremajaan angkutan umum segera merealisasikannya. Untuk prosesnya, sampai sejauh ini sudah mencapai tahap negosiasi harga kontrak layanan pengadaan angkutan umum dengan PT Transjakarta.

“Nanti, begitu selesai negosiasi, sudah ditetapkan harga rupiah per kilometer, maka PT Transjakarta dan operator bus sedang akan berkontrak,” ujar Syafrin Liputo.

Ia menegaskan tidak semua tugas yang diinstruksikan dalam Ingub tersebut diselesaikan di akhir tahun 2019 atau 2020. Karena saat ini, untuk realisasi peremajaan angkutan umum yang ditargetkan 10.047 unit sudah dalam tahapan eksekusi, yakni tahapan negosiasi harga.

“Sekarang sudah melakukan negosiasi harga. Artinya sudah ada tahapan eksekusi. Tinggal timeline pencapaian peremajaan 10.047 unit itu yang akan kita kejar sampai maksimal 2020,” terang Syafrin Liputo.

Syafrin Liputo mengakui peremajaan angkutan umum di Jakarta membutuhkan waktu yang cukup panjang. Apalagi sekarang, total jumlah angkutan umum di Jakarta mencapai sekitar 60.000 unit lebih. Sementara saat ini, yang sudah diremajakan dan terintegrasikan dengan JakLingko sebanyak 1.141 unit dan yang akan diremajakan hingga tahun 2020 baru sebanyak 10.047 unit.

Artinya masih ada 48.812 unit angkutan umum yang masih harus diremajakan. Dan dari jumlah tersebut, ia belum memegang data usia angkutan umum di atas 10 tahun. 

Data Angkutan Umum

Total Angkutan Umum: 60.000 unit.

Bergabung di JakLingko: 1.141 unit.

Akan Diremajakan: 10.047 unit.

Belum Diremajakan: 48.812 unit.



Sumber: BeritaSatu.com