Gunakan TOB, Transjakarta Pastikan Uang Pelanggan Tidak Akan Dikorupsi

Gunakan TOB, Transjakarta Pastikan Uang Pelanggan Tidak Akan Dikorupsi
Warga menunggu bus di Halte Bus Transjakarta Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Mei 2019. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / FMB Minggu, 4 Agustus 2019 | 19:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama (Dirut) PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Agung Wicaksono memastikan uang pelanggan yang berasal dari pembayaran tiket tidak akan dikorupsi.

“Kami jamin uang pelanggan tidak akan dikorupsi,” kata Agung Wicaksono, Minggu (4/8/2019).

Dijelaskannya, PT Transjakarta akan terus menerus membenahi semua aspek dalam sistem transportasi publik. Sebab, hingga sekarang ini perusahaannya akan menjadi solusi komprehensif sistem transportasi ibu kota yang efisien, efektif, serta mendatangkan manfaat besar bagi warga Jakarta.

Karena itu, PT Transportasi Jakarta akan terus melakukan peningkatan layanan kepada penggunanya, melalui pembenahan teknis ke dalam. Termasuk tatacara pembayaran yang diharapkan akan lebih meningkatkan layanan secara menyeluruh kepada pelanggan.

Karena itu, bila ada pelanggan merasakan ada pelayanan Transjakarta yang tidak baik, Agung Wicaksono meminta agar menyampaikan ketidakpuasan tersebut langsung ke PT Transjakarta.

“Kalau ada yang dirasa kurang pas dengan layanan kami, silahkan sampaikan baik-baik kepada kami. Boleh datang langsung ke saya. Kita bisa diskusi, dan cari solusi yang efektif kalau memang ada masalah. Kritikan cukup ke TransJakarta, kami terima dengan lapang dada untuk perbaikan. Tidak perlu langsung ke gubernur yang terkesan memojokkan secara politik,” ungkap Agung Wicaksono.

Menurutnya, peningkatan dan pembenahan sistem pembayaran, baik di halte maupun di atas armada bus akan terus dilanjutkan secara kontinyu. Penggunaan kartu pembayaran baik di halte-halte maupun di dalam armada bus, menjadi cara yang sangat efektif.

Karena itu, ketergantungan pada penggunaan mesin EDC (electronic data capture) di dalam kendaraan bus, diharapkan dapat dihentikan dengan menerapkan sistem pembayaran Tap on Bus (TOB) tahun depan. Pembayaran tunai di dalam bus juga akan dihapus.

“Sistem ini ditargetkan rampung di akhir 2019. Jadi, semua akan cashless, tidak ada lagi penggunaan uang tunai untuk naik bus Transjakarta. Pengadaan sedang dilakukan, dan di akhir tahun ini seluruh bus Transjakarta ditargetkan akan terpasang TOB,” papar Agung Wicaksono.

Sejumlah rute TransJakarta yang sudah memanfaatkan tap on bus, adalah yakni Tanah Abang – St. Gondangdia (1H), Tanah Abang - Blok M (1N), Tanah Abang - Stasiun Senen (1R), Pinang Ranti-Pulogadung (4F) dan Kampung Melayu-Tanah Abang (5F).

Fasilitas pembayaran ini akan diterapkan di seluruh layanan non-koridor transportasi publik milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Saat ini, sudah ada 900 bus Transjakarta yang melayani 169 non-koridor.

Ia menambahkan fasilitas TOB akan memudahkan pelanggan Transjakarta. Karena dapat menerima seluruh kartu elektronik untuk transaksi pembayaran di bus Transjakarta. Berbeda dengan mesin EDC yang hanya menerima dari kartu. "Kondisi ini membebani masyarakat dengan mengharuskan kepemilikan sejumlah kartu elektronik," ungkap Agung Wicaksono.

Ketersediaan TOB di bus Transjakarta, lanjutnya, juga bagian dari proses transformasi. Dari uang tunai sebagai pembayaran transaksi, kemudian mesin EDC, hingga TOB yang terpasang di bus Transjakarta.



Sumber: BeritaSatu.com