Listrik Menyala, MRT Beroperasi Normal Kembali

Listrik Menyala, MRT Beroperasi Normal Kembali
Gubernur DKI Anies Baswedan Tinjau Stasiun MRT Benhil, Minggu, 4 Agustus 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FMB Minggu, 4 Agustus 2019 | 21:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menyatakan setelah pasokan listrik menyala, maka operasional Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta kembali normal.

Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin menerangkan setelah memperoleh konfirmasi pemulihan pasokan listrik dari PLN, ditargetkan mulai pada pukul 20.00 WIB MRT Jakarta akan kembali membuka layanan kepada publik.

“MRT Jakarta sudah beroperasi normal kembali. Setelah listrik menyala, kami langsung melakukan pemeriksaan sejumlah fasilitas di stasiun. Setelah aman, langsung dioperasikan kembali,” kata Muhamad Kamaluddin, Minggu (4/8/2019).

Dalam upaya pemulihan operasi, tambah Muhamad Kamaluddin, MRT Jakarta menempatkan aspek keamanan dan keselamatan sebagai prioritas utama kami dan dengan tetap berkoordinasi intensif dengan PLN.

“Kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat pengguna layanan MRT Jakarta atas ketidaknyamanan yang diakibatkan dari adanya kondisi ini,” ujar Muhamad Kamaluddin.

Dijelaskannya, terputusnya pasokan listrik untuk MRT berdampak pada terhentinya operasi MRT Jakarta. Terhadap kejadian tersebut, MRT Jakarta telah melakukan langkah-langkah penanganan.

Di antaranya, mulai pukul 11.55 wib telah dilakukan proses evakuasi terhadap seluruh penumpang, baik yang berada di stasiun maupun yang berada di kereta.

Kemudian pada pukul 12.53 wib, seluruh penumpang yang berada di kereta telah selesai dievakuasi. Adapun jumlah penumpang yang dievakuasi dari seluruh stasiun berjumlah 3.410 orang dalam keadaan baik dan selamat.

“Bagi penumpang yang menggunakan Kartu Single Trip MRT Jakarta, diberlakukan refund dengan mengembalikan kartu Single Trip MRT Jakarta di stasiun dan bagi pengguna kartu bank dibantu untuk reset status kartu bank oleh staf stasiun pada saat perjalanan berikutnya,” terang Muhammad Kamaluddin.

Berdasarkan hasil identifikasi penyebab terputusnya pasokan listrik tersebut berdasarkan informasi dari pihak PLN, gangguan terjadi pada sistem transmisi 500kV. Sehingga seluruh sistem interkoneksi Jawa Bali Nusa Tenggara terganggu.

Akibat dari hal tersebut, pasokan daya terputus dari PLN untuk kedua jalur suplai MRT.

Sebagai informasi, MRT Jakarta disuplai penuh dari dua jalur yang bersumber dari dua subsistem 150kV PLN yang berbeda. Yaitu Subsistem Gandul - Muara Karang melalui Gardu Induk Pondok Indah dan Subsistem Cawang-Bekasi melalui Gardu Induk CSW.

Dalam keadaan failure pada salah satu jalur suplai, maka satu suplai lainnya dapat menggantikan 100 persen kebutuhan
daya keseluruhan MRT.

“Kasus hari ini tergolong kejadian luar biasa yang menyebabkan lumpuhnya kedua jalur suplai tersebut,” ungkap Muhamad Kamaluddin.

Ditambahkannya, MRT Jakarta telah melakukan penanganan untuk mengamankan peralatan ketika listrik hidup kembali dan dalam kondisi siap untuk kembali beroperasi ketika pasokan listrik dari PLN sudah kembali normal.



Sumber: BeritaSatu.com