Kabupaten Bekasi Kekurangan Truk Sampah
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Kabupaten Bekasi Kekurangan Truk Sampah

Rabu, 7 Agustus 2019 | 13:45 WIB
Oleh : Mikael Niman / BW

Bekasi, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengakui kekurangan armada pengangkut sampah sehingga banyak sampah bercecer di tempat pembuangan sementara (TPS), di jalan atau bahkan di kali.

Saat ini, Pemkab Bekasi hanya memiliki 111 truk sampah. Padahal, produksi sampah mencapai 2.400 ton per hari. Idealnya, dengan jumlah penduduk 3,9 juta jiwa dan 23 kecamatan, Pemkab Bekasi harus mempunyai minimal 320 truk sampah.

"Idealnya, kami memiliki armada tiga kali lebih banyak dari jumlah armada saat ini, minimal 320 truk," ujar Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Supriyanto, Rabu (7/‎8/2019).

Dia menjelaskan, dengan jumlah armada saat ini, 111 truk sampah, hanya mampu mengangkut sampah sebanyak 850 ton per hari. Masih butuh tiga kali lipat dari armada saat ini.

"Dengan jumlah 111 truk sampah, kami telah mempekerjakan pegawai sebanyak 1.112 petugas dinas kebersihan. Penambahan armada truk juga harus diimbangi dengan memperbanyak petugas kebersihan," tuturnya.

Menurutnya, masih jauh dari angka ideal dalam pengadaan truk sampah. Kondisi ini, menjadi penyebab banyak sampah berceceran dan belum masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Burangkeng, Kecamatan Setu. "Itu menjadi penyebab banyak tumpukan sampah. Di lokasi ini sampahnya diangkut, tetapi di titik lainnya tidak terangkut," bebernya.

Sisa sampah yang tidak terangkut, sambung dia, ada juga yang masuk melalui bank sampah yang jumlahnya mencapai 170 unit. "Namun, ada juga masyarakat yang buang sampah ke kali dan ke TPS liar," imbuhnya.

Dengan kondisi saat ini, armada truk dibagi untuk melayani satu kecamatan dengan tiga hingga empat truk sampah, dengan biaya operasional mencapai Rp 40 miliar. "Itu untuk pembelian bahan bakar minyak alat berat, BBM truk sampah, pemeliharaan kendaraan, gaji petugas kebersihan. Memang masih kurang," ujarnya.

Di luar itu, kata Dodi, daya tampung TPA Burangkeng yang sudah melebihi kapasitas juga menjadi perhatian Dinas LH Kabupaten Bekasi.

"Prioritas kita saat ini menangani sampah di TPA yang sudah overload dulu, lahan sudah tidak ada. Kita konsentrasi pengadaan lahan dulu," ucapnya.

Perluasan TPA Burangkeng memang sudah direncanakan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) seluas 35 hektare pada 2020-2024. Saat ini, luas TPA Burangkeng sekitar 11,6 hektare. "Kita konsentrasi terhadap perbaikan dan perluasan TPA ‎lebih dahulu, baru kemudian penambahan armada truk," imbuhnya.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polisi Tangkap Pelaku Penyerangan Kafe di Tebet

Kepolisian berhasil menangkap sembilan orang terduga pelaku penyerangan terhadap pendukung PSM Makassar, Rabu (7/8/2019).

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2019

Mobilitas Sepeda Motor di DKI Layak Dibatasi

Kebijakan perluasan ganjil-genap dianggap tidak membawa dampak positif karena tidak menyasar mobilitas sepeda motor.

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2019

Gara-gara Bensin, Pelajar SD Ini Lolos dari Upaya Penculikan

Korban berhasil sadar lalu melarikan diri saat motor pelaku kehabisan bensin di Jalan Tajur, Bogor Timur, Kota Bogor.

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2019

Anies Larang Mobil Tua, Pengamat: Kebijakan Parsial Bisa Bermasalah

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus melihat akar masalahnya yakni masyarakat tidak mau menggunakan angkutan umum karena angkutan umumnya kurang.

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2019

Penyerangan terhadap Pendukung PSM, Polisi Minta Keterangan Pemilik Kafe

Polisi berencana meminta keterangan pemilik Kafe Komandan, terkait kasus penyerangan terhadap pendukung PSM Makassar.

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2019

DKI Remajakan Angkutan Umum dan Tambah Armada JakLingko

Upaya ini dilakukan untuk mengurangi polusi udara.

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2019

Ini Lokasi Layanan SIM Keliling di Jakarta

Polda Metro Jaya membuka pelayanan keliling untuk mengurus Surat Ijin Mengemudi yang dapat dilakukan di lima lokasi di Jakarta pada Rabu (7/8/2019).

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2019

Cuaca Jakarta Diprediksi Cerah Berawan

Cuaca di lima wilayah kota dan satu kabupaten DKI Jakarta diprediksi cerah dan cerah berawan mulai Rabu (7/8/2019) pagi, siang hingga malam.

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2019

Keributan Antar Suporter, 3 Mobil Dirusak

Penyerangan diduga dilakukan oleh oknum suporter Persija Jakarta.

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2019

Kena Sanksi, Galih Ginanjar Masuk Ruang Isolasi

Sanksi ini akibat tindakan pengacara Farhat Abbas yang sempat merekam permintaan maaf Galih Ginanjar, di dalam Rutan Polda Metro Jaya.

MEGAPOLITAN | 6 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS