Truk Tanah di Depok Hanya Beroperasi 7 Jam
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (0.13)   |   COMPOSITE 6289.65 (-10.34)   |   DBX 1346.19 (-0.83)   |   I-GRADE 181.205 (-0.24)   |   IDX30 507.3 (-1.52)   |   IDX80 137.13 (-0.74)   |   IDXBUMN20 404.453 (-2.76)   |   IDXESGL 139.923 (-0.24)   |   IDXG30 143.928 (-0.44)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-0.73)   |   IDXQ30 145.336 (-0.08)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-0.72)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.38)   |   IDXV30 137.088 (-1.88)   |   INFOBANK15 1041.31 (6.61)   |   Investor33 435.377 (-0.06)   |   ISSI 184.679 (-0.96)   |   JII 634.506 (-5.6)   |   JII70 224.071 (-1.58)   |   KOMPAS100 1224.8 (-3.59)   |   LQ45 952.541 (-3.31)   |   MBX 1705.32 (-3.11)   |   MNC36 322.487 (-0.35)   |   PEFINDO25 325.966 (-1.13)   |   SMInfra18 310.375 (-2.65)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-0.14)   |  

Truk Tanah di Depok Hanya Beroperasi 7 Jam

Rabu, 7 Agustus 2019 | 14:27 WIB
Oleh : Bhakti Hariani / BW

Depok, Beritasatu.com - Dinas Perhubungan Kota Depok bersama pelaksana proyek Tol Desari menyepakati aturan truk tanah yang hanya beroperasi selama tujuh jam.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana menuturkan, pihaknya bersama Satpol PP telah bertemu dan berbicara dengan project manager Tol Desari beserta sejumlah perusahaan vendor yang terlibat dalam pengangkutan tanah untuk proyek Tol Desari. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa truk tanah hanya akan beroperasi pada pukul 21.00 hingga 04.00 pagi.

"Beberapa kali sudah ada imbauan dan teguran, tetapi kali ini kami tegaskan dengan menggelar pertemuan langsung dengan project manager Tol Desari serta sejumlah perusahaan yang terlibat dalam pengangkutan akhir pekan lalu," ujar Dadang di kantor Dinas Perhubungan Kota Depok, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (7/8/2019).

Dikatakan Dadang, bila masih membandel dan mengangkut di luar jam yang telah disepakati tersebut maka akan dilakukan penilangan. Sebelumnya juga sudah pernah diterapkan tilang dan terbukti banyak pengemudi truk tanah yang SIM-nya hanya SIM A, ada yang tak punya SIM, dan ada juga yang buku kirnya sudah lama mati.

Penegasan pelarangan kali ini, Dadang meyakini bahwa pihak Tok Desari akan mematuhi kesepakatan yang telah dibuat.

"Saya meyakini kredibilitas mereka terutama Pak Wid selaku Project Manager Tol Desari. Semoga tidak ada lagi truk tanah yang beroperasi di luar jam tersebut," kata Dadang.

Truk tanah yang mengangkut tanah berlalu lalang di sepanjang jalan Raya Sawangan, Jalan Pramuka, Jalan Raya Grogol-Krukut dan juga Jalan Cipayung Raya. Dadang menuturkan, mereka mengangkut tanah dari berbagai wilayah di Depok, di antaranya dari wilayah Bedahan, Citayam, Cipayung, Panggulan, dan Pondok Petir.

"Tanah itu mereka beli dari pemilik tanah. Sangat disayangkan juga ada truk angkut tanah yang mendompleng proyek Tol Desari padahal mereka mengangkut untuk kepentingan lain yakni untuk perumahan. Kami sudah layangkan teguran kepada pengembang perumahan tersebut. Kami juga akan cek perizinan perumahan tersebut di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu," papar Dadang.

Lebih lanjut diungkap dia, truk tanah yang mengangkut untuk proyek Tol Desari juga ada yang membandel dengan memasang stiker bertuliskan "Partisipasi Proyek Negara. Jangan Diganggu" lengkap dengan gambar lambang negara yakni burung Garuda.

Dikatakan Dadang, hal ini jelas tidak boleh digunakan sembarangan apalagi menggunakan lambang negara. Pihak Tol Desari sendiri mengatakan kalau itu bukan arahan dari mereka.

"Sudah disepakati akan dicopot. Sebagai gantinya memang akan tetap ditempel tulisan atau stiker yang menandakan bahwa pengangkutan tanah tersebut untuk proyek tol Desari tetapi tidak menggunakan lambang negara. Hal ini bertujuan agar dapat membedakan dengan truk angkut tanah yang lain dan juga dapat diketahui warga dan pengguna jalan," tutur Dadang.

Warga Depok menyambut positif pelarangan operasional truk tanah sebelum pukul 21.00. Farah (35), ibu rumah tangga yang kerap melintas mengendarai motor di Jalan Cipayung Raya mengaku senang karena dia tidak harus berbarengan di jalan bersama dengan truk tanah.

"Debunya itu ke mana-mana. Apalagi saya bawa anak pulang sekolah. Sungguh tidak nyaman jika harus berjalan berbarengan dengan truk tanah. Apalagi jumlahnya bukan hanya satu, tetapi banyak. Bisa sampai 15 truk di jalanan," kata Farah yang merupakan warga Kelurahan Mampang.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Diterapkan 9 September, DKI Sosialisasikan Perluasan Ganjil-Genap Mulai Hari Ini

Ruas jalan yang akan diterapkan kebijakan ganjil-genap diperluas atau ditambah. Dari awalnya hanya sembilan ruas saja, kini menjadi 25 ruas jalan.

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2019

Presiden Jokowi Dijadwalkan Resmikan MPP di Lippo Mal Bogor

"Peresmiannya 15 Agustus nanti, dibuka Presiden Joko Widodo," kata Sekda Kota Bogor.

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2019

Kendaraan Ini Tak Terpengaruh Aturan Perluasan Ganjil-Genap

Aturan ganjil-genap tidak berlaku bagi penyandang disabilitas, kendaraan energi listrik atau hibrida serta sepeda motor.

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2019

Kabupaten Bekasi Kekurangan Truk Sampah

Idealnya, dengan jumlah penduduk 3,9 juta jiwa dan 23 kecamatan, Pemkab Bekasi harus mempunyai minimal 320 truk sampah.

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2019

Polisi Tangkap Pelaku Penyerangan Kafe di Tebet

Kepolisian berhasil menangkap sembilan orang terduga pelaku penyerangan terhadap pendukung PSM Makassar, Rabu (7/8/2019).

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2019

Mobilitas Sepeda Motor di DKI Layak Dibatasi

Kebijakan perluasan ganjil-genap dianggap tidak membawa dampak positif karena tidak menyasar mobilitas sepeda motor.

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2019

Gara-gara Bensin, Pelajar SD Ini Lolos dari Upaya Penculikan

Korban berhasil sadar lalu melarikan diri saat motor pelaku kehabisan bensin di Jalan Tajur, Bogor Timur, Kota Bogor.

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2019

Anies Larang Mobil Tua, Pengamat: Kebijakan Parsial Bisa Bermasalah

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus melihat akar masalahnya yakni masyarakat tidak mau menggunakan angkutan umum karena angkutan umumnya kurang.

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2019

Penyerangan terhadap Pendukung PSM, Polisi Minta Keterangan Pemilik Kafe

Polisi berencana meminta keterangan pemilik Kafe Komandan, terkait kasus penyerangan terhadap pendukung PSM Makassar.

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2019

DKI Remajakan Angkutan Umum dan Tambah Armada JakLingko

Upaya ini dilakukan untuk mengurangi polusi udara.

MEGAPOLITAN | 7 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS