PLN Siapkan PLTD Senayan untuk Back Up Listrik MRT

PLN Siapkan PLTD Senayan untuk Back Up Listrik MRT
Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat, Haryanto WS (kiri) didampingi General Manager UID Jakarta Raya, M. Ikhsan Asaad (kanan) meninjau Proyek PLTD Senayan berkapasitas 6 x 17 MW di Senayan, Jakarta, Kamis (8/8/2019). ( Foto: istimewa / Istimewa )
Merdhy Pasaribu / MPA Kamis, 8 Agustus 2019 | 18:15 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PT PLN (Persero), Haryanto W.S, memperkenalkan PLTD Senayan dengan kapasitas 101 MW sebagai salah satu pembangkit yang akan menjadi sumber listrik cadangan untuk MRT sekaligus sebagai suplai pasokan kelistrikan Jakarta pada saat situasi darurat.

Menurut Haryanto, PLTD Senayan yang mulai dioperasikan pada bulan Oktober ini akan stand by operasi sebagai back up emergency untuk MRT dan juga sebagai black starter power untuk unit Pembangkit di Muara Karang dan Tanjung Priok.

Saat ini, jelas Haryanto, MRT beroperasi dengan menggunakan dua sumber listrik yang berbeda sehingga apabila sumber pasokan listrik utama mengalami gangguan, maka akan secara otomatis beralih ke sumber cadangan.

"Namun selanjutnya apabila dua pasokan tersebut mengalami gangguan seperti yang terjadi pada hari Minggu (4/8/2019) Agustus 2019, operasional MRT selanjutnya akan dipasok dari PLTD Senayan sebagai back up terakhir dan dapat beroperasi hingga 8 hingga 10 jam dengan bahan bakar full," kata dia, dalam keterangan tertulis, Kamis (8/8/2019).

Dia menambahkan, PLTD Senayan ini menggunakan bahan bakar B20 dengan campuran bahan nabati sebesar 20% dengan rasio 0,21 liter bahan bakar per kWh. "Angka tersebut lebih efisien jika dibandingkan dengan generator yang rata-rata memikiki rasio 0,3 - 0,32 liter bahan bakar per kWh. Noise dari pembangkit ini juga telah direduksi sehingga tidak menimbulkan suara berlebihan. PLTD Senayan juga dipastikan telah mengikuti regulasi yang telah ditetapkan," ujar Haryanto.



Sumber: Suara Pembaruan