DKI Diminta Terapkan Ganjil Genap 15 Jam Sehari

DKI Diminta Terapkan Ganjil Genap 15 Jam Sehari
Kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) terpasang di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menerapkan penilangan dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dengan memasang 10 kamera baru dekat rambu tilang elektronik. Fitur tersebut dapat mendeteksi pemakaian sabuk pengaman, penggunaan telepon genggam oleh pengemudi, nomor pelat ganjil genap dan batas kecepatan pengemudi. ( Foto: ANTARA FOTO / Nova Wahyudi )
Lenny Tristia Tambun / FMB Jumat, 9 Agustus 2019 | 13:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI diminta untuk menerapkan kebijakan pembatasan kendaraan bermotor melalui sistem nomor polisi ganjil genap seperti saat Asian Games 2018. Yakni diberlakukan selama 15 jam, mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WIB.

Demikian yang disampaikan anggota DPRD DKI dari Fraksi PDI Perjuangan, Pandapotan Sinaga, ketika dihubungi wartawan, Jumat (9/8/2019).

Tidak hanya diberlakukan seperti Asian Games, Pandapotan Sinaga mengusulkan seluruh jalan di Jakarta diterapkan kebijakan ganjil dan genap. Sehingga, volume kendaraan bisa berkurang drastis dan warga dipaksakan naik angkutan umum atau transportasi publik yang telah disediakan Pemprov DKI.

“Saya kalau perlu seluruh Jakarta dan setiap hari, setiap saat. Kenapa harus cuma satu jam ditambah?” kata Pandapotan Sinaga.

Kalau kebijakan ganjil genap dapat diterapkan seperti saat Asian Games, lanjut Pandapotan Sinaga, maka mau tak mau para pengguna kendaraan pribadi mendisiplinkan dirinya dengan meninggalkan mobilnya di rumah lalu menggunakan transportasi publik untuk beraktivitas sehari-hari.

“Iya. Supaya orang lebih mau mendisiplinkan dirinya. Bagaimana supaya mereka itu mau meninggalkan mobilnya di rumah dan berpindah ke angkutan umum,” ungkap Pandapotan Sinaga.

Pendapat Pandapotan Sinaga sejalan dengan saran dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang telah diusulkan ke Pemprov DKI. BPTJ mengusulkan agar Pemprov DKI menerapkan kebijakan pembatasan kendaraan bermotor melalui sistem nomor mobil ganjil genap diberlakukan satu hari seperti saat Asian Games 2018.

Kepala BPTJ, Bambang Prihartono mengatakan pihaknya memberikan usulan penerapan ganjil genap yang terbaik adalah seperti penerapan ganjil genap saat Asian Games 2018. Saat itu, penerapan ganjil genap diberlakukan satu harian, mulai dari pukul 06.00 hingga 21.00 WIB.

Perubahan signifikan yang terjadi adalah berkurangnya kemacetan dan meningkatnya kecepatan laju kendaraan bermotor di sembilan ruas jalan yang diterapkan kebijakan ganjil genap dan yang lebih penting, tambah Bambang Prihartono, adalah menurunnya gas buang racun sampai 20 persen.



Sumber: BeritaSatu.com