Perluasan Ganjil Genap, BPTJ Apresiasi Langkah Cepat Pemprov DKI

Perluasan Ganjil Genap, BPTJ Apresiasi Langkah Cepat Pemprov DKI
Kepala BPTJ, Bambang Prihartono. ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FER Jumat, 9 Agustus 2019 | 17:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengapreasiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memberlakukan perluasan kebijakan ganjil genap, meski usulan untuk menerapkan kebijakan pembatasan kendaraan bermotor melalui sistem nomor mobil ganjil genap diberlakukan satu hari seperti saat Asian Games 2018 tidak diterima.

Kepala BPTJ, Bambang Prihartono, mengatakan pihaknya memberikan usulan penerapan ganjil genap yang terbaik adalah seperti penerapan ganjil genap saat Asian Games 2018. Saat itu, penerapan ganjil genap diberlakukan satu harian, mulai dari pukul 06.00 hingga 21.00 wib.

"Yang kami usulkan adalah menawarkan kondisi. Kondisi seperti apa? Bahwa benchmarking kita adalah Asian Games. Jadi penerapan ganjil genap saat Asian Games, kita bisa merasakan lalu lintasnya mengalami perubahan yang signifikan,” kata Bambang Prihartono, di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Menurut Bambang, perubahan signifikan yang terjadi adalah berkurangnya kemacetan dan meningkatnya kecepatan laju kendaraan bermotor di sembilan ruas jalan yang diterapkan kebijakan ganjil genap. Lebih penting lagi, menurunnya gas buang racun sampai 20 persen. "Itu bukan angka yang sedikit lho. Itu di koridor ganjil genap kemarin," ujar Bambang Prihartono.

Menurutnya tetap ada perbedaan, bila kebijakan ganjil genap diperluas namun dengan waktu pelaksanaannya dibagi dua dan ditambah satu jam pelaksanaannya di sore hari. Yaitu, 06.00-10.00 wib dan 16.00-21.00 wib.

"Kalau dulu kenapa bisa sukses, penekanannya cukup signifikan. Karena orang akhirnya cenderung memarkirkan kendaraannya di garasi. Karenakan penerapan ganji genapnya sepanjang hari tuh. Dia enggak ada alternatif lagi menggunakan kendaraan pribadi. Nah kita sempat coba pagi dan sore. Mobil masih bisa keluar dari garasi. Karena mereka lihat masih ada celah untuk mobil,” terang Bambang Prihartono.

Namun, meski Pemprov DKI mengambil keputusan untuk membagi dua waktu pelaksanaan ganjil genap dengan memperluas ruas jalan yang terkena penerapan kebijakan itu dari sembilan ruas menjadi 25 ruas serta adanya 28 pintu gerbang tol yang dikenakan kebijakan tersebut, BPTJ tetap memberikan apresiasi dan siap mendukung kebijakan tersebut.

"Intinya adalah, BPTJ memberikan apresiasi kepada Pak Gubernur yang cukup responsif. Tidak cuma responsif, tapi juga cepat. Apa pun kebijakannya, saya pikir BPTJ sangat mendukung kebijakan tersebut,” tegas Bambang Prihartono.

Ia sangat yakin, keputusan yang diambil Pemprov DKI sudah berdasarkan hasil Forum Grup Diskusi (FGD), yang didalamnya BPTJ turut hadir memberikan masukan.

"Kemarin kan dibawa ke FGD kan. Hasil FGD lah diformulasikan oleh Pemprov DKI menjadi kebijakan seperti ini. Jadi ganjil genap diterapkan pagi dan sore, tapi diperluas," ungkap Bambang Prihartono.



Sumber: BeritaSatu.com