Bima Arya Janjikan Kabar Baik untuk Jemaat GKI Yasmin

Bima Arya Janjikan Kabar Baik untuk Jemaat GKI Yasmin
Jemaat GKI Yasmin Bekasi dan HKBP Filadelfia Bogor mengikuti ibadah perayaan Natal di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (25/12). ( Foto: Suara Pembaruan / SP/Joanito De Saojoao )
Fana Suparman / HA Rabu, 14 Agustus 2019 | 04:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wali Kota Bogor Bima Arya menyatakan optimismenya bahwa persoalan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin dapat diselesaikan dalam periode kedua masa jabatannya. Bahkan, Bima Arya berjanji akan membawa kabar baik bagi para jemaat GKI Yasmin pada perayaan Natal tahun ini.

"Saya punya optimis yang besar. (Persoalan) Yasmin insyaallah akan selesai. Mudah-mudahan Natal tahun ini akan ada kabar baik bagi kita semua," kata Bima dalam seminar 'Mendorong dan Memperkuat Kebijakan Toleran dan Antidiskriminatif di Indonesia yang digelar Setara Institut di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Diketahui persoalan GKI Yasmin berlangsung selama bertahun-tahun. Setidaknya selama enam tahun terakhir, jemaat GKI Yasmin menggelar Misa Natal di seberang istana lantaran polemik pendirian gereja mereka yang terus berlarut.

Bima mengakui, persoalan GKI Yasmin menjadi persoalan yang harus diselesaikannya. Persoalan ini tidak hanya menyangkut persoalan toleransi di Bogor, melainkan menjadi persoalan nasional.

"Saya harus akui ini adalah kerikil dalam sepatu yang membuat saya tidak enak berjalan. Kalau ini tidak selesai rasanya mengganjal," katanya.

Untuk itu, Bima mengatakan, pihaknya sejak empat tahun lalu terus berkomunikasi dengan pihak terkait, terutama pihak GKI Yasmin, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor.

Komunikasi ini semakin intens dalam setahun terakhir. Dari komunikasi ini, Bima menyebut terdapat dua hal signifikan yang membuatnya optimistis persoalan ini akan tuntas. Salah satunya, tercapainya kesepakatan seluruh pihak untuk fokus pada opsi solusi dan tidak lagi berdebat mengenai persoalan hukum masa lalu.

Opsi-opsi yang kini sedang digodok, yakni mendirikan tempat baru dengan IMB baru, relokasi, dan berbagi lahan.

"Fokus pada solusi tidak berdebat pada permasalahan hukum masa lalu," katanya.

Kemajuan lainnya, kata Bima, pihak GKI Yasmin telah membentuk Tim 7. Tim tersebut yang kini intens berdiskusi dan berkomunikasi dengan Pemkot Bogor.

"Saya punya optimisme masalah ini akan selesai. Karena bagi kami ini bukan hanya potret toleransi di Kota Bogor tapi di Indonesia karena sudah menjadi isu nasional. Dan saya berharap dapat dukungan konsep penyelesaian ini dari semua pihak," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan