Polisi Akan Panggil Kembali Tersangka Kasus Korupsi Kemah Pemuda

Polisi Akan Panggil Kembali Tersangka Kasus Korupsi Kemah Pemuda
Ilustrasi ( Foto: Beritasatu.com )
Bayu Marhaenjati / JAS Rabu, 14 Agustus 2019 | 16:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, akan kembali menjadwalkan pemanggilan terhadap Ahmad Fanani, pertengahan bulan Agustus ini. Fanani adalah tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penyimpangan penggunaan anggaran kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia. Sebelumnya, Fanani tidak memenuhi dua kali panggilan penyidik.

"Iya saya akan jadwalkan lagi, mungkin setelah 17 Agustus nanti," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Iwan Kurniawan, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/8/2019).

Dikatakan Iwan, memang Fanani sudah dua kali tidak memenuhi panggilan, tetapi yang bersangkutan memberitahukan kalau berhalangan hadir kepada penyidik.

"Yang bersangkutan sebenarnya memberitahukan tidak bisa hadir, jadi arti kata masih kita kategorikan sebagai orang yang kooperatif. Dipanggil oleh penyidik tidak bisa hadir dan dia bisa memberikan alasannya. Nanti kita akan koordinasikan lagi kapan dia bisa hadir," ungkap Iwan.

Iwan menyampaikan, Fanani tidak memenuhi dua kali panggilan penyidik karena ada kegiatan penting yang tidak bisa ditinggalkan.

"Kemarin ada kegiatan yang tidak bisa dijadwal ulang oleh yang bersangkutan dan katanya (kegiatan) cukup besar dan penting, makanya tidak bisa hadir pemeriksaan," kata Iwan.

Menurut Iwan, penyidik sudah menyusun berkas perkara, dan tinggal menunggu berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka Fanani.

"Iya menunggu BAP tersangka saja. BAP tersangka selesai dan diberkas, dilimpahkan ke kejaksaan. Saksi sepertinya sudah cukup. Karena kami sudah bisa menetapkan tersangka berarti sudah ada dua alat bukti yang cukup untuk menjadikan yang bersangkutan sebagai tersangka," tandasnya.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, telah menetapkan Ahmad Fanani sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penyimpangan penggunaan anggaran kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia. Penetapan tersangka diputuskan setelah penyidik melakukan gelar perkara.

Diketahui, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, tengah menyidik kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penyimpangan penggunaan anggaran senilai Rp 1,7 miliar, terkait kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga beserta organisasi kepemudaan.



Sumber: BeritaSatu.com