Ini Keunggulan Fasilitas E-Ladies di RSUD Tugu Koja

Ini Keunggulan Fasilitas E-Ladies di RSUD Tugu Koja
Masyarakat mengantre untuk mendapatkan layanan kesehatan saat peluncuran aplikasi E-Ladies di RSUD Tugu Koja, Kota Jakarta Utara, Rabu, 14 Agustus 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Carlos Roy Fajarta / JAS Rabu, 14 Agustus 2019 | 16:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tugu Koja, Kota Jakarta Utara melakukan peningkatan pelayanan kepada lansia dan disabilitas melalui aplikasi E-Ladies (Elektronik Lansia dan Disabilitas), Rabu (14/8/2019).

Direktur Utama RSUD Tugu Koja, Nailah, menyebutkan keunggulan fitur aplikasi E-Ladies yakni pengingat minum obat, reservasi konsultasi (diprioritaskan dan tanpa mengantre), serta pengantaran obat.

"Dengan adanya inovasi ini kita harapkan dapat meningkatkan harapan hidup para lansia dan dapat dicontoh oleh pelayan kesehatan di daerah lainnya," ujar Nailah, Rabu (14/8/2019) di auditorium RSUD Tugu.

"Semangat inovasi dan layanan berkualitas dari RSUD Tugu ini untuk melayani pasien harus diikuti pula oleh instansi layanan kesehatan yang dikelola Pemprov DKI yang ada di Jakarta dimana total ada 32 RSUD, 44 Puskesmas Kecamatan, 285 Puskesmas Kelurahan," tutur Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Khafifah Any.

Any menuturkan RSUD Tugu Koja yang sebelumnya berada di RS Tipe D, dengan peningkatan percepatan pelayanan dan perluasan fisik serta lahan akan menuju menjadi RS Tipe C, untuk mempermudah layanan faskes bagi peserta BPJS Kesehatan serta meningkatkan pelayanan dengan fasilitas yang lengkap pada pasien gawat darurat.

Sedangkan, Kasubdit Kesehatan Lansia Kementerian Kesehatan, Nurlina menuturkan jumlah lansia di Indonesia akan semakin banyak karena usia harapan hidup semakin meningkat menjadi 71 tahun.

Agar para lansia hidup sehat, maka harus diimbangi dengan gaya hidup sehat sejak ia masih di usia produktif dengan tidak mengonsumsi junk food, membiasakan olahraga, dan rutin memeriksakan kesehatan.

"Angka ketergantungan lansia saat ini masih 14 persen dan akan terus meningkat harus diimbangi dengan peningkatan harapan hidup lansia sehat saat ini di usia 61 tahun. Semua harus dimulai dari saat ibu yang hamil harus diasup dengan gizi yang baik," kata Nurlina.



Sumber: Suara Pembaruan